Jakarta rawan ranjau paku, polisi didesak tangkap pelaku
Merdeka.com - Gerakan Bersih Ranjau Paku (GBRP) melakukan aksi simpatik guna meminta pemerintah segera mengusut dan menangkap pelaku penyebar ranjau paku karena sudah meresahkan masyarakat. Aksi ini dilakukan di depan Bundaran Patung Kuda, depan Kantor Pusat Indosat.
Koordinator Campaign Gerakan Bersih Ranjau Paku, Risky mengatakan, aksi ini perlu dilakukan agar tidak ada lagi korban akibat ranjau paku.
"Agar pemerintah menangkap dan mengusut tuntas masalah penyebaran ranjau paku ini," katanya di lokasi, Jakarta Pusat, Senin (31/7).
Dalam aksi simpatik yang dilakukan sekitar 15 orang, mereka membentang spanduk bertuliskan ranjau paku kejam dan kriminal. Kemudian, mereka melakukan operasi ranjau paku disekitar Istana Negara.
Risky mengungkapkan, kawasan yang dilakukan operasi merupakan wilayah rawan ranjau paku. Bahkan, dia mengklaim, mendapatkan dukungan dari perusahaan salah satu perusahaan transportasi online.
"Karena salah satu customer gojek dan driver gojek, itu meninggal akibat ranjau paku," jelasnya.
Sementara itu, Koordinator Gerakan Bersih Ranjau Paku, Deny Pamungkas mengatakan, dalam sepekan berhasil mengamankan paku seberat 35 kilogram. Selama setahun data jumlah paku sudah seberat 250 kilogram. Data itu dimulai dari bulan Juli 2016.
Dia menjelaskan, biasanya kawasan yang terdapat ranjau paku terdapat tukang tambal ban. Dan biasanya mereka tidak tanggung-tanggung mengenakan tarif kepada korban ranjau paku.
"Usahakan nambal ban jangan di titik jauh dari ranjau paku, karena harga diketok dari harga wajar Rp 25 ribu, kalau kena di titik rawan harganya bisa melambung Rp 35 ribu sampai Rp 80 ribu, tiga kali lipat," jelas Deny.
Deny menceritakan jika ada modus baru yang menghantaui para pengguna jalan. Ranjau tersebut tak lagi menggunakan media paku biasa. Oknum penebar ranjau biasanya menggunakan paku berulir sehingga dapat langsung menggemboskan ban. (mdk/noe)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya