Jadi tersangka, kakak Abraham Samad tolak bantuan hukum Wali kota
Merdeka.com - Imran Samad, Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Makassar yang tidak lain adalah kakak kandung ketua non aktif KPK, Abraham Samad menolak bantuan hukum yang ditawarkan oleh Wali kota Makassar, Mohammad Ramdhan Pomanto.
Diketahui, Abraham Samad adik Imran Samad telah ditetapkan sebagai tersangka bersama Feriyani Lim kasus dugaan pemalsuan dokumen kependudukan yang diterbitkan di kantor Kecamatan Panakkukang tahun 2007 lalu. Saat itu Imran Samad menjabat sebagai Camat Panakkukang.
"Semalam setelah mendengar informasi katanya ditetapkan sebagai tersangka itu, saya langsung telepon pak Imran Samad. Katanya dia belum terima surat resmi penetapan dirinya sebagai Tersangka. Meski demikian sempat saya tawarkan bantuan hukum tetapi kata pak Imran, katanya sudah punya," kata Mohammad Ramdhan Pomanto yang dikonfirmasi, Jumat pagi, (4/9).
Kata Wali kota Makassar ini, sempat ada yang bertanya ke dirinya apakah akan melakukan pencopotan jika sudah dipastikan sebagai tersangka, kata dia, tentu tidak. Karena azas praduga tak bersalah juga harus dihormati.
"Tentu tidak dicopot. Kecuali jika sudah jadi terdakwa maka langsung di-cut," ujarnya seraya mencontohkan bawah beberapa waktu lalu dia melantik jajaran Pemkot Makassar, beberapa di antaranya disebut tersangka tapi nanti setelah jadi terdakwa barulah diselesaikan seperti yang dialami Camat Ujungpandang beberapa waktu lalu. Katanya, setelah jadi terdakwa barulah camat bersangkutan diselesaikan.
Soal kasus Imran Samad yang disebut oleh pihak kepolisian dan kejaksaan, harus bertanggungjawab di kasus dugaan pemalsuan dokumen kependudukan karena dari sisi hukum, Imran Samad ikut secara bersama-sama menerbitkan dokumen itu, Dany mengatakan secara detilnya dia tidak tahu persis mengenai kasus yang menjerat bawahannya itu.
"Saya tidak tahu seperti apa sebenarnya kasus Imran Samad tetapi secara pribadi saya mesti punya rasa simpati. Dan secara kelembagaan, ini menjadi bagian dari pelajaran bagi kita. Semua camat, lurah harus hati-hati," ujarnya.
(mdk/hhw)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya