Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Jadi saksi kunci, polisi diminta DPRD Jatim jamin keselamatan Tosan

Jadi saksi kunci, polisi diminta DPRD Jatim jamin keselamatan Tosan Tosan dijaga ketat polisi. ©2015 merdeka.com/darmadi sasongko

Merdeka.com - Anggota DPRD Propinsi Jawa Timur mengunjungi Tosan, korban penganiayaan kasus tambang Lumajang di Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Malang, Kamis (1/10). Rombongan bertemu dengan pihak rumah sakit, sebelum kemudian menuju kamar nomor 13, tempat Tosan dirawat.

Thoriqul Haq, Ketua Komisi C meminta aparat keamanan dan pihak rumah sakit untuk memberikan jaminan keamanan bagi Tosan. Keterangan dari yang bersangkutan sangat dibutuhkan untuk kunci pengungkapan kasusnya.

"Pak Tosan menjadi bagian penting dalam penyidikan dan pengungkapan kasus ini. Beliau saksi kunci pengungkapan dari pembunuhan berencana. Keselamatannya harus benar-benar terjamin," kata Ketua Komisi C DPRD Jawa Timur, Thoriqul Haq di RSSA Malang, Kamis (1/10).

Pihaknya telah menemui sejumlah pihak termasuk Polda Jawa Timur dan beberapa instansi lain untuk mewaspadai segala bentuk kemungkinan. Persoalan yang terjadi, katanya, bukan hanya kriminal biasa, karena di belakangnya ada persoalan lain yakni persoalan tambang dan lingkungan.

Kasus ini muncul setelah ada korban, padahal sejatinya sudah lama praktik pertambangan ilegal itu berlangsung di Lumajang. Karena itu, segalam kemungkinan patut diwaspadai.

"Ini mengindikasikan adanya keterlibatan banyak pihak. Diduga ada pihak-pihak tertentu, oknum aparat di Lumajang yang terlibat," katanya.

Pihaknya berharap kasus ini tidak hanya diselesaikan pada tahapan kasus kriminalitasnya saja, tetapi juga dituntaskan kasus pertambangannya. Sesuai Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014, ada pengalihan kewenangan dari pemerintah kabupaten pada Pemerintah Propinsi.

"Sekarang sudah dihentikan, sebelum banyak korban yang lain. Lumajang memiliki 62 titik tambang yang tidak jelas, baik itu yang berizin atau tidak," kata Wakil Ketua Komisi A, Miftahul Ulum.

Sementara dalam pertemuannya dengan keluarga Tosan, rombongan anggota DPRD Jawa Timur melihat kondisi Tosan yang semakin membaik. Walaupun demikian, kondisi sewaktu-waktu masih drop dan tidak terkontrol.

"Harus dipantau secara khusus, memang bisa diajak bicara tetapi tidak banyak-banyak. Kalau terlalu lama nafasnya tersengal dan sesak," kata Thoriq.

(mdk/gil)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP