Jadi Penadah Sabu, Satu Napi Lapas Semarang Dijebloskan ke 'Sel Tikus'
Merdeka.com - Narapidana Hendri Sanjaya dijatuhi hukuman berat dengan dijebloskan ke sel tikus oleh pengelola lapas Semarang. Dia dipindahkan ke sel maximum security karena tepergok jadi penadah sabu dalam lapas.
"Dia sering berulah, maka langsung kita masukan ke blok risiko tinggi dengan penjagaan sel maximum security. Kalau assessment tiga bulan tidak ada perubahan, kita tambah jadi tiga bulan. Dan kalau enam bulan di tetap tidak berubah, kita kirim ke Nusakambangan. Sudah ada 18 orang yang dipindah ke Nusakambangan," kata Kepala Lapas Kedungpane Semarang, Supriyanto, Jumat (5/11).
Dia menjelaskan di lapasnya terdapat sel tikus dengan penjagaan maximum security. Adapun setiap kamar mendapat penjagaan berlapis dengan diawasi sejumlah kamera CCTV.
"Dari 150 kamar di area blok risiko tinggi, sekarang sudah terisi beberapa napi. Satu kamar bisa diisi 7-9 napi. Setiap kamar aksesnya dijaga ketat, dan dipastikan setiap napi tidak bisa keluar sel sama sekali. Hanya diberi waktu dua jam pagi siang buat berjemur. Abis itu dimasukan sel lagi," jelasnya.
Kapasitas lapas Semarang tergolong overload membuat tindak kejahatan di Lapas Kedungpane juga tinggi. Ada sejumlah narapidana yang tertangkap basah bermasalah di lapas mulai dari menyimpan senjata tajam, berkelahi di dalam sel sampai membawa barang-barang berbahaya.
"Dengan kondisi yang overload pasti ada satu yang memicu keributan hingga berkelahi di selnya. Mayoritas yang menghuni sel maximum security yaitu napi kasus narkoba. Sisanya ada yang napi pembunuhan dan napi pencurian," ungkapnya.
(mdk/bal)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya