Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Jadi korban crane, Masadi awalnya diduga hanya tersesat

Jadi korban crane, Masadi awalnya diduga hanya tersesat Keluarga Masadi Saiman. ©2015 merdeka.com/darmadi sasongko

Merdeka.com - Keluarga semula mengira Masadi Saiman bin Tarimin hanya tersesat selama menjalankan ibadah haji. Karena itu, istrinya Jamilah kaget saat mendapat kabar kalau suaminya menjadi salah satu korban meninggal dalam kecelakaan crane di Masjidil Haram.

Yunanti Sofa, anak pertama korban, sempat menghubungi ibunya (Jamilah) setelah melihat kabar insiden maut tersebut di televisi. Dalam perbincangannya, saat itu Jamilah mengaku hanya terpisah dan yakin suaminya tidak menjadi korban.

"Keluarga juga tenang karena di televisi juga tidak ada daftar namanya," kata Muhammad Munir, menantu almarhum yang juga suami Yunanti Sofa saat ditemui di rumahnya, Selasa (15/9).

Masadi Saiman bin Tarimin adalah warga Desa Simojayan RT 06 RW 04 Desa Simojayan, Kecamatan Ampelgading, Kabupaten Malang‬. Almarhum berangkat haji bersama istrinya, Jamilah masuk dalam kloter 38 berangkat dari Embarkasi Sukolilo, Surabaya pada Senin (7/9).

Keluarga baru mendapat kepastian Masadi meninggal Senin (14/5), setelah menyaksikan berita televisi. Setelah melakukan pengecekan, keluarga baru mempercayai kalau almarhum sudah meninggal.

"Baru kemarin pagi mendapat kepastian. Semula mengira hanya pisah saat kejadian itu," katanya.

Keluarga sempat bertanya melalui telepon ke teman-teman satu rombongan almarhum. Termasuk kepada ketua kelompok, seperti keluarga yang lain mereka yakin hanya terpisah dari rombongan.

"Insya Allah hanya pisah saja, katanya. Ada yang bilang, melihat bapak ada di sebarang. Sehingga yakin selamat, tetapi tidak ada kejelasan," ungkapnya.

"Tapi keluarga tetap was-was. Dicari ke rumah sakit tidak ada, satu rombongan ditanyai tidak tahu. Baru kemarin pagi diberi tahu," katanya.

Sementara itu, sejak semalam keluarga sudah menggelar tahlilan yang dihadiri warga satu kampung. Sejak almarhum berangkat memang keluarga menggelar Yasinan setiap hari, tetapi sejak kemarin diikuti banyak orang.

(mdk/hhw)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP