Jadi bandit gara-gara gila akik
Merdeka.com - Pesona batu akik benar-benar membius masyarakat. Banyak di antaranya menghalalkan segala cara agar dapat menghiasi jarinya dengan akik.
Di beberapa daerah orang yang tergila-gila akik akhirnya harus berurusan dengan hukum. Mereka menjadi bandit dengan berbagai modus untuk memiliki akik.
Selain menjadi pelaku, ada juga yang menjadi korban karena besarnya hasrat memiliki akik. Penggemar umumnya gelap mata sehingga mudah tertipu.
Selain itu, ditemukan juga adanya pemburu batu akik yang mulai mencoba mengambil di tempat bersejarah. Kondisi ini jelas memprihatinkan karena bisa menghilangkan nilai-nilai sejarah.
Berikut kisah orang gila akik jadi bandit:
Pura-pura bertamu embat 3 akik tetangga
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comPura-pura bertamu, Yandi (30) mencuri tiga batu akik yang cukup berharga di rumah tetangganya. Belum sempat puas dipakai, barang bukti diamankan polisi termasuk dirinya.Peristiwa itu terjadi saat dia bertandang di rumah Wan Yahdi (28) di Jalan Mayor Zen, Kelurahan Sei Selayur, Kecamatan Kalidoni Palembang, Kamis (14/5) sekitar pukul 10.00 WIB. Dua hari kemudian, bapak dua orang anak ini diciduk polisi dengan barang bukti yang terpasang di jarinya.Kepada petugas, dia sudah mengetahui korban memiliki batu akik yang bagus. Karena tak ada uang, dia pun nekat mengambilnya dengan cara pintas. Diketahui, tiga batu itu dari jenis bacan dan belimbing Aceh."Mau pakai sendiri, karena kepingin juga lihat orang-orang pakai akik semua," ungkap Yandi di Mapolsek Kalidoni Palembang, (17/5).Dijelaskannya, dia mengambilnya saat pemiliknya mengambil air kopi buat dirinya. Batu akik itu terletak di ruang tamu. Sekejap mata, tersangka langsung mengambilnya."Habis itu pulang, belum sempat minum kopi yang lagi dibuatnya," kata dia.
Curi kabel buat beli akik
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comBatu akik yang sedang menjadi trend membuat gelap mata Aditya Pratama (28) dan rekannya, Ita Permana (41). Kedua lelaki tersebut dihakimi massa setelah tepergok mencuri kabel tembaga di dalam kapal KMP Darma Rucitra 1, yang tengah sandar muat di dermaga tiga Pelabuhan Merak Senin (2/3)."Saya biasanya mulung gelas aqua sama kardus bekas di kapal. Pas saya turun (ke geladak kapal-red) ngeliat ada kabel itu. Rencananya mau kita jual buat kebutuhan, sisanya buat beli batu, soalnya kepingin Pak," ujar Aditya Pratama, salah seorang pelaku.Aditya yang merupakan warga lingkungan Kampung Sawah, Kelurahan Tamansari, Kecamatan Pulomerak mengatakan, aksi nekatnya tersebut dilakukan bersama kawan pemulungnya yang baru dikenal bernama Ita Permana, dan biasa beroperasi di Terminal Terpadu Merak (TTM)."Baru ini mulung di kapal, biasanya mulung di terminal. Rencananya kabel tembaga itu mau dijual cepat, yang penting laku," katanya.Sementara itu, Kepala KSKP Merak AKP Nana Supriatna membenarkan adanya pencurian kabel tembaga di dalam kapal milik PT Dharma Lautan Utama tersebut. "Kedua pelaku akan dijerat dengan pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan dengan ancaman maksimal 5 tahun kurungan penjara," ujarnya.
Curi akik di Mal Palladium
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comPesona batu akik jenis bacan membuat Andi Syahputra Lubis (29 tahun) gelap mata. Dia nekat mencuri batu idamannya tapi dihakimi massa dan masuk bui."Tersangka A kita amankan karena mencuri batu bacan di lantai III Mal Palladium, Rabu sore," kata Kanit Reskrim Polsek Medan Baru Iptu Oscar S Setjo, Kamis (19/3).Oscar mengatakan, Andi tinggal di Kompleks PKJA, Jalan Gaharu, Medan ini tidak melakukan aksinya seorang diri. Menurut dia, Andi mengajak seorang rekannya, tapi mampu meloloskan diri membawa batu solar.Informasi dihimpun, pencurian itu bermula saat Andi bersama temannya mendatangi toko milik Arron (23 tahun) di Lantai III Mal Palladium, pada Rabu (18/3) sore. Andi berpura-pura ingin membeli batu bacan. Sementara temannya mengaku berminat membeli batu bio solar.Saat Arron lengah, Andi dan temannya bergegas pergi. Sang pemilik toko baru sadar jadi korban pencurian setelah tahu batu bacan dan batu solarnya raib. Dia langsung mengejar keduanya sambil berteriak maling.
(mdk/did)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya