Itikaf ala Rasulullah SAW
Merdeka.com - Keagungan bulan Ramadan tidak hanya karena mesti berpuasa menahan lapar, haus, hawa nafsu dan salat tarawih. Tapi salah satu keistimewaan lain pada bulan suci ini yakni dianjurkannya 'meditasi' dalam beberapa hari di masjid.
Meditasi disini dikenal dengan Itikaf. Itikaf ialah berdiam diri di masjid selama sehari semalam.
"Kemudian sempurnakanlah puasa itu sampai malam, (Tetapi) janganlah kamu campuri mereka itu, sedang kamu beritikaf dalam masjid. Itulah larangan Allah, maka janganlah kamu mendekatinya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayatNya kepada manusia, supaya mereka bertaqwa." (QS Albaqarah [2]: 187).
Terdapat keutamaan dan hikmah dari Itikaf di bulan Ramadan seperti dikutip dari buku Misteri Bulan Ramadhan tulisan Yusuf Burhanudin.
1. Itikaf menunjuk kepada umat Islam tentang perlunya meditasi dan intropeksi. Tak heran jika itikaf sebenarnya dianjurkan pula pada bulan-bulan lain selain Ramadan. Itikaf bersimpuh dan mengadu lebih khusyu kepadaNya dari kebiadaban perilaku manusia, dari dosa-dosa, keliaran dan kebisingan kota, maupun perbudakan teknologi dan kesibukan duniawi.
2. Itikaf bertujuan membersihkan hati dengan pengawasan Allah SWT agar Dia mau menerima amal perbuatan hambanya. Allah paling suka amal perbuatan yang cara melaksanakannya dengan tulus, ikhlas dan dalam keadaan berpuasa.
"Sesungguhnya Nabi biasa beritikaf pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadan sampai Allah mewafatkan beliau. Setelah itu, para istri-istrinya yang meneruskan jejak beliau ini." (HR Muttafaq 'Alaih).
Sejatinya, puasa yang gembira dan berpahala besar adalah puasa yang penuh dengan amal saleh dan bersungguh-sungguh. (mdk/ded)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya