Isu harga rokok naik, Ganjar desak Jokowi lindungi petani tembakau
Merdeka.com - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo meminta kepada Pemerintahan Joko Widodo (Jokowi)-Jusuf Kalla (JK) dan para pemegang kebijakan pertembakauan, untuk bersikap bijaksana dan arif serta melindungi para petani tembakau di Indonesia. Sebab saat ini jutaan petani tembakau masih terus menghadapi berbagai persoalan yang mengancam eksistensi mereka.
Yang terbaru adalah isu kenaikan harga jual rokok menjadi Rp 50.000. Kemudian juga persoalan belum ditetapkan RUU Pertembakauan yang saat ini 'ngendon' di DPR, dan belum pasti kapan akan dibahas. Serta persoalan impor tembakau yang kian hari kian volumenya semakin membesar.
"Maka pemerintah mesti berpikir arif untuk ini. Mesti ada riset tembakau yang lebih besar. Apa ya manfaatnya cuman buat ini (rokok)? Kan banyak manfaat tembakau untuk yang lain. Masak kita kalah hanya karena urusan-urusan begini? Ingat lho! Sekali lagi kepada Jakarta (Pemerintah) atau siapa pun yang akan mengambil keputusan, impor kita tembakau tiap hari naik," kata Ganjar usai menemui perwakilan pengurus Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Jateng di ruang kerja Gubernur Jateng Lantai 2, Kompleks Pemprov Jateng Jalan Pahlawan, Kota Semarang kemarin.
Soal impor tembakau dan ada wacana untuk menggantikan tembakau dengan varietas tanaman lain, Ganjar menyatakan dengan tegas tidak menyetujuinya. Pasalnya, jika semua komoditas tembakau digantikan oleh komoditas lain maka keberadaan tembakau bisa terancam punah.
"Apakah iya kita akan meminta petani kita untuk mengganti ke tanaman lain? Jangan-jangan nanti seluruhnya itu akan impor. Kecuali pemerintah ingin melindungi petani kita. Gampang caranya, setop impor besok pagi. Maka seluruh tembakau kita pasti akan terbeli. Pasti akan terbeli. Mereka sejahtera dan itu dari hasil kita sendiri," tandasnya.
Ganjar memahami bagaimana kondisi politik pertembakauan di Indonesia, baik antara yang anti dan mendukung terkait kebijakan tembakau di Indonesia. Namun, dirinya tidak menginginkan tembakau nantinya akan menghilang dari Indonesia.
"Apa kita membiarkan? Ini kekayaan kita lho. Maka politik petembakauan pemerintah bersikap lebih jelas. Soal tidak merokok, tidak boleh merokok, siapa yang merokok, di mana orang boleh membeli mari kita atur. Tapi jangan sampai kemudian, tembakau yang ditanam oleh petani dan itu yang sangat khas dari Temanggung itu hilang nantinya. Dan kita kemudian menerima tembakau impor dari China. Jangan sampai dan kemudian rokok-rokok putih masuk semua di kita. Dan kemudian kita bubar. Itu kalah. Ndak bisa lagi. Kukut (tutup) ini," paparnya.
(mdk/cob)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya