Istri sudah meninggal, Afrizal kini mohon doa untuk putranya
Merdeka.com - Afrizal (21) sudah pasrah dengan kepergian istri tercintanya, Nur Yanthi (17). Kini dia hanya memohonkan doa untuk putranya yang masih dalam kondisi kritis.
"Anakku masih lemah. Masih di incubator dan diberi oksigen. Makanya kami mohon doanya," kata Afrizal sembari menunjukkan foto bayinya di RSUD Pirngadi Medan, Rabu (10/2).
Dia berencana memberi nama bayi laki-laki itu Alfazri Nur Rizki. Saat ini, bayi itu masih dirawat di ruang Perinatologi RSUD Pirngadi.
Humas RSUD Pirngadi Edison Perangin-angin menyatakan kondisi putra Afrizal semakin membaik. "Kemarin dilaporkan sudah tidak pakai ventilator lagi, tapi tetap di inkubator karena berat badannya prematur 1.500 gram, normalnya kan 2.300 gram," jelasnya.
Edison menambahkan, tim medis akan memberikan tindakan lanjutan kepada bayi. "Kita perlu memperbaiki asupan gizi, pengawasan dan perawatan untuk pemulihan biar bayi kembali sehat. Bisa sampai sebulan itu," jelas Edison.
Soal biaya, Edison mengatakan, semua sudah ditangani Dinas Sosial Kota Medan. "Atas inisiatif rumah sakit," jelasnya.
Ibu Afrizal, Husna Ningsih, membenarkan pembiayaan yang sudah dibantu Dinas Sosial. "Pertama waktu menantu saya meninggal itu tagihannya sudan Rp 11.700.000. Anak saya ini kan tidak punya BPJS, sampai mau pinjam ke bosnya. Tapi alhamdulillah, kami tidak keluar sepeser pun. Semua Dinas Sosial Kota Medan," katanya.
(mdk/hhw)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya