Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Istri Akui Terima Jam Rolex dari Edhy Prabowo di Hawaii, Sebut Hadiah Anniversary

Istri Akui Terima Jam Rolex dari Edhy Prabowo di Hawaii, Sebut Hadiah Anniversary Iis Rosita Dewi. ©2021 Merdeka.com

Merdeka.com - Iis Rosita Dewi mengakui telah menerima jam tangan mewah merek Rolex dari suaminya, mantan Menteri KKP Edhy Prabowo saat mereka sedang melakukan perjalanan dinas ke Hawaii, Amerika Serikat. Dia tidak mengetahui asal-usul barang tersebut.

Hal tersebut disampaikan Iis dalam sidang di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat pada Rabu (17/3). Ketika jaksa penuntut umum (JPU) dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menanyakan terkait penerimaan Jam Rolex.

"Apakah saksi pernah menerima jam Rolex juga dari Edhy," tanya jaksa.

"Iya saya menerima ketika di Hawaii, di dalam hotel," jawabnya.

Anggota DPR dari Partai Gerindra mengungkapkan tak mengetahui pembelian jam tangan Rolex tersebut. Dia hanya diberikan penjelasan oleh Edhy, kalau jam itu sebagai hadiah ulang tahun untuknya.

"Saya tidak tau persis pada dasarnya (dibeli di mana). Tetapi Pak Edhy ketika menyerahkan mengatakan, this is anniversary present (hadiah ulang tahun pernikahan)," tutunya.

Dalam persidangan itu, jaksa juga menanyakan apakah Edhy menyerahkan sejumlah uang kepada Iis saat hendak bertolak ke Amerika Serikat. Lantas, dijawab Iis kalau dirinya dibekali uang sebesar USD50.000 secara tunai.

"Saya lupa sehari sebelumnya atau dua hari sebelumnya. Tetapi sebelum berangkat, di rumah Pak Edhy menyerahkan USD50.000 uang tunai kepada saya," katanya.

Iis pun menjelaskan dari uang USD50.000 tersebut dibelanjakannya beberapa barang mewah seperti jam Rolex dan beberapa barang fashion untuk dibawa sebagai buah tangan.

"Ketika saya di Los Angeles, saya masuk ke toko Rolex, itu sengaja saya meniatkan itu karena untuk hadiah ultah ibu saya. Yang silver gold harganya sekitar USD18 ribu, itu dari uang tunai yang dipegang saya (dari USD50.000)," sebutnya.

Selain jam Rolex, Iis mengatakan dirinya juga membeli barang ketika mendatangi salah satu Factory Outlet di San Fransisco untuk membeli buah tangan yang akan diberi kepada teman-temannya.

"Kemudian selebihnya ketika Factory Outlet di San Fransisco, saya masuk ke Salvatore Ferragamo itu kurang lebih saya beli untuk kado buat temen-teman juga," ujarnya.

"Itu saya beli dua sweater harganya sekitar, duanya itu USD500, karena factory outlet harganya turun sekali. Kemudian saya masuk ke Calvin Klein, itu jaket dan lain-lain. Saya selalu beserta Yenu (sesprinya) ketika belanjanya. Seingat saya karena memang sedang sale akhir tahun, seingat saya mungkin tidak sampai USD1.000, mungkin sekitar USD300-500 belanja di situ," tambahnya.

Edhy Pinjam Kartu Kredit Anak Buah

Sebelumnya, saat bersaksi di Pengadilan Tipikor, Plt Direktur Jenderal Perikanan Tangkap Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Muhammad Zaini Hanafi membeberkan pembelian barang mewah yang dilakukan Edhy Prabowo dan Iis Rosita Dewi dengan menggunakan uangnya.

Zaini bercerita, awalnya Edhy Prabowo membeli jam tangan merk Rolex saat di Hawaii. Zaini menceritakan hal tersebut saat dihadirkan sebagai saksi dalam sidang dengan terdakwa Pemilik PT Dua Putera Perkasa Pratama (DPPP) Suharjito dalam perkara suap izin ekspor benur atau benih lobster di KKP.

"Pak Menteri membeli jam Rolex. Nah Pak Menteri membeli jam Rolex satu. Kemudian ibu (Iis) ingin membeli juga, dan ternyata kuota kartu kreditnya atau apanya saya kurang ngerti, itu kehabisan," ujar Zaini di Pengadilan Tipikor, Jakarta Selatan, Rabu (17/2).

Lantaran kartu kredit Edhy tak bisa membelikan Iis jam tangan Rolex, Edhy kemudian hendak meminjam kartu kredit miliknya. Setelah dipinjamkan oleh Zaini, namun rupanya kartu kredit Zaini pun saat itu tak bisa digunakan.

Zaini mengaku, saat itu Iis tak jadi membeli jam tangan Rolex. Namun keesokan harinya, Iis kembali meminjam kartu kredit miliknya untuk belanja barang mewah lainnya yakni tas Hermes.

"Besok paginya baru meminjam kartu kredit lagi itu untuk membeli tas Hermes, kemudian parfum (Hermes) sama syal (Hermes) kalau tidak salah," kata Zaini.

Kemudian hakim bertanya harga barang mewah yang dibeli Iis menggunakan kartu kreditnya.

"Itu kira-kira tas Hermes seharga USD2.600, parfum USD300. Syal seingat saya, kalau tidak salah bros, syal atau bros harganya itu USD 2.200, kemudian, sepatu Channel ibu juga beli USD9.100," kata Zaini.

Hakim kemudian memastikan apakah Zaini sengaja memberikan pinjaman atau Edhy dan Istri yang meminjamnya. Menurut Zaini, Edhy dan Iis yang meminjam kepadanya. Hakim lantas bertanya apakah utang tersebut sudah dikembalikan kepada dirinya.

"Sampai sekarang belum. Mau ditagih, tapi masih belum Pak. Tapi akan saya tagih. Karena pinjam Pak. Kalau enggak ditagih di akhirat," kata dia.

Atas semua keterangannya tersebut, Zaini mengaku berani jika dikonfrontir dengan Iis Rosita Dewi dalam persidangan.

"Nanti akan kami minta keterangan Bu Iis juga ya, apa pinjam atau saudara yang nawarin," kata hakim yang disetujui Zaini.

(mdk/bal)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP