Istimewanya Sri Mulyani, disamperi KPK dan Polri usut korupsi
Merdeka.com - Mantan Menteri Keuangan Sri Mulyani memang istimewa. Setidaknya dibandingkan oleh saksi kasus korupsi lain yang dimintai keterangannya oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Polri.
Jika saksi-saksi lain dipanggil dan diancam dipanggil paksa kalau tiga kali mangkir, Sri Mulyani justru disamperi oleh dua penegak hukum itu.
Catatan merdeka.com, sejak menjadi saksi untuk skandal korupsi Bank Century – yang ditangani KPK – dan penjualan kondesat yang melibatkan SKK Migas dan PT TPPI – yang ditangani Bareskrim Polri – tak pernah sekali pun Sri Mulyani datang ke kantor penegak hukum itu untuk menjalani pemeriksaan.
Untuk skandal Century, KPK harus memeriksa Sri Mulyani di kantor Kemenkeu pada 2010 dan menyusul Direktur Pelaksana Bank Dunia itu di Washington, AS, pada 2013. Sementara untuk kasus penjualan kondesat, Polri harus memeriksa Sri Mulyani di kantor Kemenkeu kemarin.
Soal keistimewaan yang diberikan kepada Sri Mulyani, baik KPK dan Polri membantahnya. Kapolri Jenderal Badrodin Haiti berdalih tidak ada yang istimewa dari pemeriksaan
"Tidak ada yang istimewa, kalau saksi itu kan pihak yang membantu proses penyidikan. Bisa diperiksa di Bareskrim, bisa saja diperiksa di Polresta Solo sini kalau orangnya lagi ada di Solo," ujar Badrodin, kepada wartawan saat berkunjung ke Polresta Solo, kemarin.
Soal keistimewaan yang didapatkanya, Sri Mulyani hanya berujar, "Tanyakan kepada penyidik tentang hal itu."
Berikut pemeriksaan-pemeriksaan KPK dan Polri yang mengistimewakan Sri Mulyani:
KPK dua kali periksa Sri Mulyani di Kemenkeu
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comSelagi menjabat menteri keuangan, Sri Mulyani sedikitnya dua kali diperiksa oleh KPK terkait skandal Century. Pertama adalah 29 April 2010 dan kedua 4 Mei 2010. Kedua pemeriksaan itu dilakukan KPK dengan menyamperi sang menteri di kantor Kementerian Keuangan, Jakarta. Menurut Jubir KPK saat itu Johan Budi, Sri Mulyani akan dimintai keterangan terkait posisinya sebagai Ketua Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) yang menyetujui pengucuran dana sebesar Rp 6,7 triliun ke Bank Century. Untuk kasus ini, KPK juga pernah memeriksa Boediono saat menjadi wakil presiden di Istana Wapres pada akhir November 2013. Dia diperiksa atas perannya sebagai Gubernur Bank Indonesia saat bailout dikucurkan. Baik Sri Mulyani dan Boediono, masih berstatus saksi dalam kasus skandal Bank Century ini.
Usut skandal Century, KPK samperi Sri Mulyani ke AS
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comKomisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali memeriksa mantan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati terkait kasus skandal Century. Petinggi Bank Dunia itu diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Budi Mulya dalam kasus tersebut.. Pemeriksaan terhadap Sri Mulyani dilakukan secara tiga tahap. Pemeriksaan dilakukan pada 30 April, 1 Mei, dan 3 Mei mendatang. Penyidik KPK akan mendalami peran Sri Mulyani saat menjabat sebagai Menteri Keuangan saat bailout Bank Century terjadi. "Pasti perannya Sri Mulyani (didalami). Sri Mulyani kan menteri, punya otoritas. Otoritas itu dalam konteks bailout seperti apa," ujar Wakil Ketua KPK Bambang WidjojantoKomisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali memeriksa mantan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati untuk kali kedua di Washington DC. Petinggi Bank Dunia itu diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Budi Mulya dalam kasus bailout Bank Century. Pemeriksaan terhadap Sri Mulyani dilakukan secara tiga tahap. Pemeriksaan dilakukan pada 30 April, 1 Mei, dan 3 Mei mendatang. Penyidik KPK akan mendalami peran Sri Mulyani saat menjabat sebagai Menteri Keuangan saat bailout Bank Century terjadi. "Pasti perannya Sri Mulyani (didalami). Sri Mulyani kan menteri, punya otoritas. Otoritas itu dalam konteks bailout seperti apa," ujar Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto, di Hotel Akmani, Kamis (2/5). Namun demikian, Bambang enggan menjelaskan lebih jauh apa hasil pemeriksaan Sri Mulyani pada hari pertama. Bambang beralasan, hasil pemeriksaan itu belum disampaikan kepada pimpinan KPK. Setelah sempat tertunda, pemeriksaan Sri Mulyani dalam kasus skandal Bank Century dilakukan. Penyidik menjadwalkan pemeriksaan dari tanggal 30 April 2013 sampai 3 Mei 2013. Tertundanya pemeriksaan Sri Mulyani, lantaran penyidik memeriksa saksi lain yakni Direktur Eksekutif IMF Wimboh Santoso. Wimboh juga merupakan kepala perwakilan Bank Indonesia di New York.
Bareskrim Polri periksa Sri Mulyani di Kemenkeu
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comMantan Menteri Keuangan Sri Mulyani sedang diperiksa dalam kasus korupsi penjualan kondensat yang melibatkan SKK Migas dan PT Trans Pacific Petrochemical Indotama (TPPI). Pemeriksaan terhadap Sri Mulyani dilakukan di kantor Kemenkeu, Jakarta Pusat, kemarin. Sebelumnya, jadwal pemeriksaan Sri Mulyani akan dilakukan pada Rabu (10/6). Namun, karena Sri Mulyani memiliki agenda penting di Amerika dan harus kembali ke sana, sehingga pihak Bareskrim meminta agar mantan Menkeu itu bisa diperiksa hari ini. "Sri Mulyani pagi ini diperiksa, rencananya akan diperiksa besok tetapi beliau besok harus kembali ke Amerika. Kemenkeu mendukung, karena hari ini ada acara juga di kemenkeu," kata Direktorat Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus (Dittipideksus) Bareskrim Polri Brigjen Pol Victor Edi Simanjuntak di Mabes Polri, Jakarta, Senin (8/6). Menurut Victor, mempercepat pemeriksaan terhadap Sri Mulyani tidak menjadi masalah, sebab hal ini juga untuk kepentingan dia. Untuk lokasi pemeriksaan tidak menjadi masalah pula. "Tidak ada salahnya pemeriksaan dilakukan di Kemenkeu," tutur Victor.
Puluhan polisi kawal pemeriksaan Sri Mulyani di Kemenkeu
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comPenyidik Bareskrim Polri memeriksa mantan Menteri Keuangan Sri Mulyani terkait kasus jual beli kondesat PT Trans Pacific Petrochemical Indotama (TPPI) kepada SKK Migas, di Gedung Kementerian Keuangan, Senin (8/6) kemarin. Pemeriksaan terhadap Sri semula bakal dilakukan pada Rabu (10/6) mendatang. Namun, karena ada kegiatan di Amerika, terkait posisinya sebagai direktur pelaksana bank dunia, sehingga pemeriksaan tersebut dipercepat hari ini dan dilakukan di Kemenkeu. Pantauan merdeka.com, sejumlah aparat kepolisian lengkap dengan tameng dan helm tampak berjaga-jaga di Gedung Kemenkeu. Puluhan polisi itu tampak menyebar. Mereka duduk di bawah pohon rindang dan menaruh sebanyak 24 pasang tameng serta helm yang berjejer di sekitar pos penjagaan gedung. "Katanya itu ada demo buruh terkait dana pensiun," kata Yahya, penjaga lobi gedung utama Kemenkeu, di Jalan Lapangan Banteng Timur, Jakarta Pusat, Senin (8/6). Sementara itu, sekira pukul 09.00 WIB, seseorang yang diduga Mantan Ajudan Sri Mulyani tampak masuk ke dalam gedung. Dia datang bersama sejumlah orang yang diduga Penyidik Bareskrim melewati basement gedung.
(mdk/dan)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya