Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Istana tak mau campuri dugaan penamparan oleh Denny

Istana tak mau campuri dugaan penamparan oleh Denny Wamenkum HAM Denny Indraya. Merdeka.com/dok

Merdeka.com - Istana belum mengetahui dengan jelas perihal dugaan penamparan yang dilakukan oleh Wakil Menteri Hukum dan HAM Denny Indrayana kepada petugas sipir di Lapas Pekanbaru, Riau. Istana tak mau mencampuri kasus tersebut.

"Silakan tanyakan kepada yang bersangkutan," ujar Jubir Presiden Julian Aldrin Pasha kepada wartawan, Selasa (3/4).

Denny sendiri mengakui ada pemukulan petugas Lapas. Namun, pemukulan bukan dilakukannya, melainkan oleh petugas dalam rombongannya yang ikut dalam inspeksi mendadak di penjara itu.

"Tidak benar berita yang mengatakan memukuli menampar petugas lapas Pekanbaru. Masak tampang kayak saya ini menampar," kata Denny di kantornya.

Insiden pemukulan ini terkuak lewat surat keberatan Kakanwil Kemenkum HAM Djoni Muhammad kepada Menkum HAM Amir Syamsuddin. Dalam salinan surat yang didapat merdeka.com, Djoni menilai tindakan Denny sangat berlebihan. Surat itu bernomor W4.pw.04.01-0816, bertanggal 2 April 2012 dan ditandatangi oleh Djoni.

"Kami merasa keberatan dengan terjadinya penamparan oleh Bapak Wamen terhadap Saudara Darso Sihombing dan penendangan Saudara Khoiril oleh seorang rombongan wamen yang diduga ADC Wamen serta cara penjemputan Saudara Maslan petugas penyimpan kunci yang kami anggap berlebihan dengan bersenjata lengkap dan menarik kerah baju saudara Maslan," demikian tulis surat itu.

Insiden ini  diketahui saat Denny beserta beberapa petugas dari Badan Narkotika Nasional (BNN) mengunjungi Lapas Pekanbaru Senin (2/4) dinihari. Mereka ingin mengambil tiga narapidana yang diduga melakukan pencucian uang dari hasil penjualan narkoba.

Dirjen Pemasyarakatan (PAS) Kemenkum HAM, Sihabudin, mengaku mendapat laporan tertulis soal penamparan yang dilakukan Wamenkum HAM Denny Indrayana kepada petugas Lapas Pekanbaru. Selanjutnya, Sihabudin akan memanggil Kalapas ke Jakarta.

"Saya akan panggil kepala Lapas untuk minta konfirmasi. Yang jelas reaksi petugas Lapas 'tolong Pak Dirjen berbuat untuk kami, kami ini apa? Mohon pak dirjen memberikan keadilan untuk kami'," kata Sihabudin.

Hal itu dikatakan Sihabudin usai menghadiri acara di Gedung Mahkamah Agung.

Kalapas Pekanbaru Alfizahrin diketahui sudah melaporkan kronologi penamparan ini kepada Kakanwil Kumham Pekanbaru Djoni Muhammad dan ditembuskan kepada Dirjen PAS. Surat ini yang kemungkinan diterima Sihabudin. (mdk/hhw)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP