Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Istana soal eksekusi Labora: Negara tidak boleh kalah

Istana soal eksekusi Labora: Negara tidak boleh kalah Labora Sitorus. ©2016 merdeka.com

Merdeka.com - Terpidana kasus pencucian uang dan pembalakan liar, Labora Sitorus, akhirnya menyerahkan diri dan sudah menempati sel isolasi yang berukuran 1,5 x 4 meter di Lembaga Permasyarakatan Cipinang, Jakarta Timur. Sebelum menyerahkan diri, mantan polisi sempat kabur beberapa kali saat hendak dieksekusi.

Juru Bicara Kepresidenan, Johan Budi menyatakan, untuk kasus Labora, Presiden Jokowi memerintahkan agar hukum ditegakkan dan jangan sampai negara seakan takluk hanya kepada satu orang.

"Sikap pemerintah jelas dan Presiden sudah menyampaikan pada Menko Polhukam untuk menegakkan aturan. Negara tidak boleh kalah oleh orang per orang dan begitu Menko Polhukam perintahkan kan aparat dibawahnya langsung bergerak dan sudah ditangkap," kata Johan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (8/3).

Johan menjelaskan, sampai saat ini Presiden Jokowi belum akan melakukan evaluasi terhadap kinerja Menkum HAM terkait kasus Labora.

"Saya belum ada informasi soal itu, tapi Menko Polhukam kemarin sudah sampaikan. Kalau detailnya mungkin Pak Menko yang bisa, tapi tegas perintah Presiden negara tidak boleh kalah oleh orang per orang. Sehingga ada perintah langsung dikejar ke manapun, nggak lama kan ketangkap," ujarnya.

Seperti diketahui, Labora Sitorus merupakan terpidana kasus pembalakan liar dan pencucian uang dan divonis 15 tahun penjara. Namun Labora kabur saat akan dieksekusi, tidak hanya sekali bahkan mantan anggota polisi itu kabur dua kali.

Sampai akhirnya Labora menyerahkan diri ke Polres Sorong, Papua pukul 03.00 WIT dengan mengendarai ojek dan tanpa adanya pengawalan.

(mdk/lia)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP