Istana sebut program vaksin MR terancam gagal
Merdeka.com - Deputi II Kepala Staf Kepresidenan Yanuar Nugroho mengatakan, program pemberian vaksin MR (Measless Rubella) kepada anak Indonesia terancam gagal. Ini diungkapkannya lantaran masih banyak orang tua yang menolak jika anaknya diberikan vaksin MR.
Yanuar menyebut, pemerintah telah menargetkan 70 juta anak Indonesia diberikan vaksin MR. Namun hingga saat ini masih ada 32 juta anak yang belum divaksin.
"Potensi untuk gagal ini besar kalau kita tidak bisa mencapai target. Targetnya 95 persen akhir September, di luar Jawa. Sekarang ini situasi per 10 September, kita baru 43 persen, tepatnya 42,98 persen," kata Yanuar di Gedung Bina Graha, Jakarta, Rabu (12/9).
"Tentu bikin deg-degan ini," sambungnya.
Yanuar menyebut, dari data yang dikantonginya ada delapan daerah dengan tingkat penggunaan vaksin MR terendah di Tanah Air. Yakni Aceh, Riau, Sumatera Barat, Nusa Tenggara Barat, Bangka Belitung, Kalimantan Selatan, Sumatera Utara, dan Kepulauan Riau.
"Yang paling rendah Aceh, itu 5 persen saja belum tembus. Ini bahaya," tutur dia.
Rendahnya kesadaran orang tua untuk memberikan vaksin MR kepada adanya tidak lepas dari fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI). Sebelumnya, MUI menegaskan bahwa vaksin MR yang diproduksi oleh Serum Institute of India (SII) haram karena dalam proses produksinya menggunakan bahan yang berasal dari babi.
Meskipun pada 21 Agustus lalu, MUI mengeluarkan fatwa terbaru bahwa vaksin MR boleh dilanjutkan penggunaannya atau bersifat 'mubah'.
"Pada bulan Agustus kemarin, tanggal 21 dinyatakan mubah, tapi tidak bisa ngangkat. Karena fatwa mubah ini tidak bisa tersosialisasi dengan gencar dibanding pada waktu haram. Ini masalah menurut kami," tuturnya.
Guna mengoptimalkan penggunaan vaksin MR di pelbagai daerah di Tanah Air, Kantor Staf Presiden sudah mengumpulkan perwakilan sejumlah kementerian dan lembaga. Pemerintah bersama lembaga terkait akan mengajak dan memberikan pemahaman kepada masyarakat terkait pentingnya penggunaan vaksin MR.
"Kami juga tadi mengundang staf khusus presiden bidang agama dan TNI, Polri untuk minta dukungan ke teman-teman agar aparat ikut membantu," jelasnya.
(mdk/fik)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya