Istana sebut pemanggilan tiga menteri terkait evaluasi kinerja
Merdeka.com - Presiden Joko Widodo dalam beberapa hari terakhir sering memanggil sejumlah menteri di luar agenda resmi ke Istana Negara, Jakarta. Kali ini, giliran Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Yohanna Yembise dan Menteri Koperasi dan UMKM Anak Agung Gde Ngurah Puspayoga, yang dipanggil Presiden Jokowi.
Dipanggilnya para menteri tersebut berbarengan dengan isu reshuffle kabinet jilid II yang belakangan ini juga berhembus kencang.
Juru Bicara Kepresidenan Johan Budi mengakui memang dipanggilnya sejumlah menteri memang sebagai cara Presiden Jokowi melakukan evaluasi kinerja para pembantunya. Meski begitu, lanjut dia, evaluasi kinerja menteri tak hanya tergantung dari pemanggilan ke Istana.
"Sebenarnya evaluasi pembantu presiden, dalam hal ini menteri, dilakukan terus menerus. Tidak pada satu titik waktu tertentu. Memang kalau ditanyakan ada beberapa menteri bertemu dengan Presiden. Saya kira tidak saat hari ini saja, beberapa waktu lalu juga," kata Johan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (22/7).
Meski mengakui dipanggilnya Menteri ke Istana untuk mengevaluasi kinerja, Johan menegaskan hal itu tak ada kaitannya dengan reshuffle kabinet. Sebab, ihwal reshuffle hanya Presiden yang mengetahuinya. Terlebih, terkait bongkar pasang kabinet tak hanya dilihat dari kinerja melainkan Presiden melihat masukan dari pelbagai pihak.
"Soal reshuffle, Hanya presiden yang tahu. Kalau evaluasi kinerja tidak pada 1 titik waktu tertentu. Evaluasi tidak selalu berujung pada pergantian atau pergeseran. Tidak selalu itu," ujarnya.
"Presiden ada ukuran sendiri dan melihat masukan dari banyak pihak," tandasnya.
Diketahui, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Basuki Hadimuljono, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Yohanna Yembise dan Menteri Koperasi dan UMKM, Anak Agung Gde Ngurah Puspayoga, diam-diam dipanggil Presiden Jokowi ke Istana Negara, Jakarta, Jumat (22/7) siang. Pemanggilan tiga menteri tersebut tidak ada di agenda resmi Presiden Jokowi, hari ini.
Pantauan merdeka.com, Basuki hadir terlebih dahulu ke Istana Kepresidenan disusul kemudian Yohanna Yembise dan terakhir Puspayoga. Saat ditemui wartawan sebelum memasuki Istana, Basuki enggan membeberkan maksud kedatangannya untuk menemui Jokowi tersebut.
"Nanti saja," kata Basuki di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (22/7).
Sementara itu, Yohanna enggan menjawab terkait kedatangannya tersebut. Menkop UMKM Puspayoga mengaku kedatangannya untuk membahas ihwal peringatan Hari Koperasi yang digelar Kamis (21/7) kemarin yang juga dihadiri oleh Presiden Jokowi.
"Laporan hari koperasi kemarin yang di Jambi," ujarnya.
Di pertemuan siang ini, klaimnya, akan menindaklanjuti keinginan Presiden Jokowi yang meminta menurunkan bunga KUR.
"Tindak lanjutnya gimana. Kapan diturunkan, kemudian implementasi jadi ekonomi gotong royong kayak apa, kita mau laporkan itu," ujarnya.
(mdk/gil)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya