Istana Sayangkan Masih Ada Kelompok Masyarakat Abai Bahaya Pandemi Covid-19
Merdeka.com - Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko menyayangkan masih banyak kelompok masyarakat abai dengan pandemi Covid-19 yang menimpa hampir seluruh negara. Dia pun memahami wabah saat ini bisa membawa perubahan.
"Saat ini saya juga sangat menyayangkan karena masih ada kelompok masyarakat yang mengabaikan bahaya pandemi ini. saya bisa memahami pandemi ini membawa perubahan itu yang cukup berat," ungkapnya dikutip dalam akun instagram @dr_moeldoko, Kamis (24/6).
Dia mengatakan saat ini seluruh pihak harus rela membatasi aktivitas rutin dengan menjalankan PPKM mikro. Sehingga diharuskan untuk menahan diri dari berbagai kegiatan yang mungkin selama ini telah menjadi kebiasaan kita.
"Teman-teman sekalian pengorbanan ini tidak akan sia-sia. jika kita semua ikut berpartisipasi aktif dan saya yakin jika kita mau, kita peduli dan melakukan secara bersama-sama, situasi sulit ini akan segera bisa kita lewati," katanya.
Moeldoko pun meminta seluruh masyarakat untuk tetap saling mengingatkan dan menjaga satu sama lain. Dia yakin Indonesia akan pulih karena kerja sama seluruh pihak.
Sementara itu dia mengajak seluruh masyarakat untuk peduli dan patuh terhadap protokol kesehatan 5M, memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menjauhi kerumunan dan membatasi mobilitas atau kegiatan.Sehingga kebutuhan mereka kata dia tercukupi selama masa isolasi sendiri. Dia mengatakan saling membantu membuat masyarakat yang terpapar bisa merasa ringan dan terbantu.
"Selain itu kepedulian juga perlu kita tingkatkan bersama dengan membantu tetangga atau keluarga kita yang sedang melakukan isolasi Mandiri, membantu apa? tentu kita bisa berbagi makanan dan kebutuhan sehari-hari," ungkapnya.
Pemerintah Sigap dan Bertindak Cepat Atasi Lonjakan Kasus Covid-19
Moeldoko mengatakan saat ini Indonesia sedang menghadapi cobaan berat. Dalam waktu singkat jumlah penderita Covid-19 meningkat yang sangat pesat,sebab itu pemerintah saat ini bergerak sigap dan cepat.
"Rumah sakit dan tenaga medis menjadi kewalahan, gelombang kedua pandemi tidak bisa terelakan, untuk itu pemerintah bergerak sangat sigap dan bertindak cepat," ujarnya.
Dia mengungkapkan, saat ini pemerintah terus menambah fasilitas kesehatan, pengobatan terbaik hingga target satu juta vaksin perhari terus diupayakan. Walaupun hal tersebut juga tidak cukup. Perlu dukungan seluruh masyarakat dengan cara tersebut Indonesia akan terbebas pandemi.
"Meningkatnya penyebaran covid-19 ini tidak pandang bulu dan menyerang siapa saja, bisa saja menyerang teman kita, tetangga kita, istri kita, suami atau anak kita, bahkan mungkin kita sendiri," tutupnya.
Diketahui saat ini penambahan kasus positif Covid-19 harian di Indonesia kembali mencatat rekor tertinggi selama pandemi Covid-19, yakni mencapai 20.574 orang. Sehingga total kumulatif kasus yang disebabkan virus SARS-CoV-2 itu menembus 2.053.995 orang.
Rekor tertinggi penambahan kasus Covid-19 harian sebelumnya terjadi pada Rabu (23/6). Saat itu, kasus Covid-19 bertambah sebanyak 15.308 dalam waktu 24 jam.
(mdk/fik)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya