Istana Jelaskan Maksud Jokowi Kritik dengan Sopan dan Santun
Merdeka.com - Presiden Joko Widodo alias Jokowi menanggapi kritik BEM UI yang memberinya julukan 'The King of Lip Service' Jokowi tidak masalah dengan kritikan yang ditujukan padanya, tetapi akan lebih baik jika disampaikan dengan cara mengedepankan tata krama.
"Tapi juga ingat kita ini memiliki budaya tata krama, memiliki budaya kesopansantunan, ya Saya kira biasa saja, mungkin mereka sedang belajar mengekspresikan pendapat," kata Jokowi dalam akun YouTube sekretariat Presiden, Selasa (29/6).
Seperti apa kriteria kritik dengan tata krama yang dimaksud Presiden?
Juru Bicara Presiden Joko Widodo (Jokowi), Fadjroel Rachman, memberikan pandangannya. Sopan santun dan tata krama yang baik dalam menyampaikan kritik adalah tidak melanggar aturan hukum.
"Tidak melanggar aturan hukum," katanya ketika dihubungi merdeka.com, Rabu (30/6).
Ditambahkan Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP), Ali Mochtar Ngabalin, kritik yang baik seharusnya diikuti dengan data dan fakta yang ada. Memberikan masukan, sambungnya, dilakukan dengan konstruktif.
"Kritik itu haru memberikan data-data dan fakta-fakta kemudian memberikan masukan yang konstruktif," ungkapnya.
Ngabalin juga mengatakan Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko membuka lebar kepada masyarakat dan mahasiswa yang ingin memberikan kritik untuk pemerintah. Dia mempersilakan mahasiswa untuk hadir ke KSP untuk bisa memberikan data-data.
"Kalau dia mengkritik satu masalah, dia pegang fakta, kemudian mengemukakan itu di ruang publik kepada kami atau kepada presiden tidak ada masalah tetapi kalau dia menggunakan data-data yang tidak benar atau dia membaca dari yang tidak akurat, nanti publik juga yang memberikan pertanyaan kepada mahasiswa," bebernya.
Ngabalin juga mengatakan mahasiswa harus memiliki kemampuan analisis yang kuat. Dia berharap BEM UI tidak menurunkan derajat intelektualitas kampus.
"Mahasiswa sepanjang masa selalu memiliki kemampuan analisis yang kuat terhadap satu masalah yang sedang dan akan disoroti, adik-adik BEM UI jangan menurunkan derajat intelektualitas dan kewibawaan universitas kita, salam sehat abangmu ali mocthar ngabalin," ungkapnya.
Sebelumnya, Jokowi menanggapi santai terkait kritikan yang disampaikan mahasiswa Universitas Indonesia (UI) lewat media sosial pada Jokowi. Kepala negara mengatakan pihak kampus tidak perlu menghalangi mahasiswa untuk menyampaikan pendapat.
"Baru baru ini ada yang ngomong saya ini Bapak bipang dan terakhir ada yang menyampaikan mengenai The King Of Lip service. ya saya kira ini bentuk ekspresi mahasiswa, dan ini negara demokrasi jadi kritik itu boleh-boleh saja, dan Universitas tidak apa, tidak perlu menghalangi mahasiwa untuk berekspresi," kata Jokowi dalam akun YouTube sekretariat Presiden, Selasa (29/6).
Jokow mengakui kerap mendapat kritikan. Mulai dari klemar-klemer hingga pemimpin yang otoriter.
"ya, Itukan sudah sejak lama ya, dulu ada yang bilang saya ini kelmar-klemer, ada yang bilang juga saya itu plonga-plongo. kemudian ganti lagi ada yang bilang saya ini otoriter, kemudian ada juga yang ngomong saya ini bebek lumpuh," bebernya.
(mdk/lia)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya