Istana Izinkan Warga Kirim Karangan Bunga untuk Jokowi-Ma'ruf
Merdeka.com - Kepala Staf Kepresidenan, Moeldoko, mengizinkan warga mengirim karangan bunga ucapan selamat atas kemenangan paslon capres-cawapres nomor urut 01, Joko Widodo-Ma'ruf Amin versi quick count atau hitung di Pilpres 2019 ke Istana Merdeka, Jakarta. Dengan catatan, karangan bunga tersebut diletakkan di tempat yang tepat dan tidak mengganggu ketertiban umum.
"Silakan aja, yang penting tertib. Jangan ntar malah mengganggu ketertiban umum," kata Moeldoko di Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (22/4).
Mantan Panglima TNI ini mengatakan warga tak perlu meminta izin Istana sebelum mengirim karangan bunga untuk Jokowi-Ma'ruf.
"Kalau saya ngasih ucapan ke orang lain kan nggak mungkin pakai izin," ujarnya.
Moeldoko tak mau ambil pusing jika ada yang menilai banyaknya karangan bunga ucapan selamat kepada Jokowi-Ma'ruf untuk menyaingi paslon capres-cawapres nomor urut 02, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.
"Ini kan sekali lagi dari publik. Kita mau larang orang kasih penghormatan, ya ntar ribut," ucap Wakil Ketua TKN Jokowi-Ma'ruf ini.
Sejak Sabtu (20/4), karangan bunga untuk Jokowi-Ma'ruf berjejer di tepi Taman Pandang Istana yang berada persis di depan Istana Merdeka, Jakarta Pusat. Karangan bunga tersebut dikirim atas nama warga dan sejumlah elemen masyarakat seperti Seknas Jokowi, Buruh Sahabat Jokowi, Mak Irfani & The Gang, Bara JP, Aliansi Masyarakat Indonesia Hebat, dan lain-lain.
Untuk diketahui, dari hasil hitung cepat atau quick count perolehan suara pasangan Jokowi-Ma'ruf Amin unggul atas Prabowo-Subianto.
Dari hasil quick count tiga lembaga survei seperti Charta Politika, Indo Barometer dan Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) dengan sampel suara masuk 99%, capres dan cawapres nomor urut 01 ini meraih suara berkisar 54% sedangkan Prabowo-Subianto meraih 45%.
Quick count lembaga-lembaga survei bukanlah hasil final Pemilu 2019, baik untuk pemilihan presiden maupun legislatif. Hasil resmi akan dikeluarkan oleh KPU sebagai penyelenggara Pemilu yang menjalankan amanat Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum.
Hitungan di KPU Masih Berlangsung
Saat ini proses penghitungan resmi masih dilakukan oleh KPU. Rekapitulasi dilakukan secara berjenjang, mulai dari tingkat kecamatan ke kabupaten, provinsi, hingga ke nasional.
Tahapan penghitungan dan rekapitulasi suara tertuang dalam PKPU Nomor 7 Tahun 2019 tentang Perubahan Ketiga atas Peraturan KPU Nomor 7 Tahun 2017 tentang Tahapan, Program, dan Jadwal Penyelenggaraan Pemilihan Umum Tahun 2019. Proses ini dimulai dari tingkat TPS.
Data terbaru dari real count KPU, Senin (22/4) pukul 12.00 WIB sudah 123.554 dari 813.350 Tempat Pemungutan Suara (TPS). Angka real count akan terus berubah karena perhitungan suara oleh KPU masih terus berlangsung.
Paslon nomor urut 01 Jokowi- Ma'ruf Amin unggul sementara dari real count KPU. Jokowi-Ma'ruf memperoleh suara 12.855.347 atau 54,79 persen.
Sementara itu, paslon nomor urut 02 Prabowo Subianto- Sandiaga Uno memperoleh suara 10.608.652 atau 45,21 persen.
(mdk/lia)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya