Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Isak tangis warnai pemakaman jenazah Pratu Ardianto di Purbalingga

Isak tangis warnai pemakaman jenazah Pratu Ardianto di Purbalingga Jenazah Pratu Ardianto tiba di Purbalingga. ©2015 merdeka.com/chandra iswinarno

Merdeka.com - Proses pemakaman salah satu korban kecelakaan pesawat Hercules C-130 di Medan pada Selasa (30/6) lalu, Prajurit Satu Ardianto Wibowo, di tanah kelahirannya, Purbalingga, Jawa Tengah, hari ini disambut isak tangis. Ratusan pelayat datang tersedu saat peti jenazah diturunkan dari ambulans, Kamis (2/7).

Saat peti jenazah tiba di rumah duka sekitar pukul 14.45 WIB, ratusan pelayat pun tak dapat menahan air mata. Terlihat, istri almarhum Pratu Ardianto, Tri Rezeki, sangat sedih saat melepas kepergian suaminya. Sementara itu, bapak almarhum Ardianto, Budi Riyanto, pingsan saat peti jenazah tiba di halaman rumah. Salat jenazah dilaksanakan di rumah duka, dipimpin langsung Bupati Purbalingga, Sukento Ridho Marhaendrianto.

Dalam proses pemakaman itu, Sukento mengatakan, Purbalingga kehilangan putra daerah saat bertugas menjalani tugas negara. "Saya merasa kehilangan, Purbalingga kehilangan putra terbaiknya saat akan menjalankan tugas negara," ujar Sukento dengan isak tangis.

Pelepasan jenazah dilakukan dalam upacara militer dipimpin Wakil komandan Detasemen Pertahanan Udara (Denhanud) 474 Pasukan Khas (Paskhas) Lanud Adisucipto, Mayor Pas Bagus Ajar Pamungkas, dan berlangsung khidmat. Sebelum dimakamkan, tembakan salvo dilepaskan dari atas liang lahat di tempat pemakaman umum Desa Toyareka, Kecamatan Kemangkon, Purbalingga.

Pratu Ardianto Wibowo berada dalam pesawat Hercules C-130 dari Medan hendak melaksanakan tugas di Tanjung Pinang, Riau. Terakhir, Pratu Ardianto tercatat sebagai anggota Batalyon Komando 462 Paskhas Pulanggeni, Pekanbaru.

(mdk/ary)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP