Ironis, di musim hujan warga Belu NTT kesulitan air bersih
Merdeka.com - Meski saat ini wilayah Nusa Tenggara Timur sedang dalam musim hujan, namun warga di perbatasan Indonesia da Timor Leste malah sangat sulit mendapatkan air bersih.
Untuk memenuhi kebutuhan setiap hari, warga di kecamatan Kakuluk Mesak, Kabupaten Belu, terpaksa mengantre di bak penampung dari pagi hingga sore, bahkan malam hari.
Puluhan jeriken kosong yang dimuat dengan gerobak, tidak semuanya akan diisi air. Lantaran air di bak penampung tidak cukup dibagikan kepada warga yang sedang mengantre. Warga mengakui, setiap tahun baik itu musim panas maupun musim hujan, mereka selalu kesulitan air bersih.
Kesulitan air bersih ini diakibatkan oleh terputusnya pipa yang disambung ke masing-masing rumah warga, karena terbawa banjir. Bahkan, kadang mereka terpaksa mengonsumsi air bercampur lumpur yang masuk melalui jaringan pipa, yang dipasang PDAM setempat.
Menurut Yohanes, pemerintah setempat pernah melakukan survei dan pendataan. Namun hingga kini, tindak lanjut dari hasil survei dan pendataan tersebut bagaikan ditelan bumi tanpa realisasi.
"Pernah kami usul air bersih tapi belum ditanggapi sampai hari ini. Memang ada sumber air tapi curah hujan begini setengah mati. Kalo hujan besar, pipanya putus, kita setengah mati lagi pipanya lari ke kali," kata Yohanes, Minggu (13/3).
Warga kini hanya pasrah dengan keadaan, sambil terus mengantre untuk mendapatkan air bersih dimusim penghujan ini. Warga berharap, ada perhatian khusus dari pemerintah, kepada mereka yang mendiami beranda NKRI itu.
(mdk/bal)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya