Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Ironi, produksi film meningkat tapi tak mendidik

Ironi, produksi film meningkat tapi tak mendidik Luna maya dalam film Histeria.merdeka.com/dok

Merdeka.com - Tepat tanggal 30 Maret lalu, dunia perfilman di Indonesia genap berusia 62 tahun. Usia yang cukup matang sebenarnya, tapi tidak dalam implementasinya.

Entah apa pasalnya, suhu perfilman Indonesia tidak pernah stabil alias naik turun. Padahal, jumlah penonton layar lebar di Indonesia terbilang cukup tinggi dalam kurun waktu 12 tahun terakhir.

Sebenarnya, perfilman Indonesia pernah merajai bioskop-bioskop lokal sekitar tahun 1980-an. Namun, kondisi itu tidak bertahan lama, karena di tahun 1990, film-film dari Hollywood mulai meramaikan pasar perfilman Indonesia.

Beruntung Indonesia bisa menahan derasnya arus perfilman Hollywood di dalam negeri. Pada awal tahun 2000-an, Indonesia coba bangkit dengan melahirkan film-film dari bermacam segmen yang diproduksi sendiri oleh anak neger. Mulai dari film drama percintaan, musikal dan horor. Khusus untuk film horor, Film Jelangkung memang terbilang sangat sukses. Film yang dibintangi oleh DJ Winky itu berhasil menyedot perhatian sekitar 5,7 juta penonton di sepanjang tahun 2001 sampai dengan saat ini.

Sejak tahun itu pula perfilman di Indonesia mulai menggeliat. Namun anehnya, beberapa tahun terakhir, produksi perfilman Indonesia mulai beralih menjadi sebatas bisnis, tanpa mementingkan kualitas gambar, jalan cerita dan siapa pemerannya. Selagi antrean masih ada, artinya film itu masih cukup disambut baik oleh masyrakat.

Salah satu segmen film yang saat ini benar-benar gencar diproduksi adalah film horor. Sayangnya, film horor yang diproduksi saat ini tidak lagi seperti film-film horor di era tahun 70-an yang mistisnya masih sangat terasa, sebut saja salah satunya Si Manis Jembatan Ancol yang diproduksi sekitar tahun 1973.

Film horor yang diproduksi saat ini boleh dikatakan lebih banyak disisipi adegan-adegan vulgar dan cenderung mengarah ke pornografi. Kemolekan tubuh parah pemain, kostum yang terbuka dan hantu-hantu yang didandani lebih modern, membuat film-film horor itu tidak lagi menakutkan dan menyeramkan.

Berdasarkan data Lembaga Sensor Film (LSF) Indonesia jumlah produksi film horor di tahun 2011 memang meningkat jika dibandingkan tahun 2010 yaitu sekitar 28% dari total seluruh film yang masuk ke lembaga sensor itu. Jika di tahun 2010 jumlah film horor hanya 18 judul, di tahun 2011 meningkat menjadi 23 judul dari 82 judul yang disensor LSF.

"Jadi memang ada peningkatan, dan tidak bisa dipungkiri pula kalau itu bagian dari bisnis," kata Wakil Ketua LSF, Nunus Supardi, saat berbincang dengan merdeka.com.

Menurut Nunus, kalau bicara soal bisnis tentu ada aspek lain yang harus jadi penyeimbang. Jika tidak, maka semakin marak lah film-film yang tidak beretika moral dan tidak punya idealis.

"Kita memang gak bisa musuhi mereka (para pebisnis), sekarang yang kita pikirkan adalah bagaimana diam-diam mendorong mereka untuk memproduksi film-film yang bagus. Karena memang bisa dikatakan lima tahun terakhir itu kualitas film horor di Indonesia itu not good," keluhnya.

Dari pengamatan Nunus, ada hal yang menjadi pertimbangan pebisnis perfilman lebih kencang memproduksi film horor ketimbang film-film drama. Tingginya biaya produksi dan susahnya menebak konsumen, adalah dua faktor utamanya.

"Kalau film horor bercampur adegan buka-bukaan itukan sudah jelas konsumennya dalam arti pasti ada yang nonton, dengan begitu gak perlu budget yang besar untuk mempromosikannya. Tempat-tempatnya juga gak perlu yang khusus-khusus. Artinya apa, ya artinya film horor itu biaya produksinya gak tinggi tapi untungnya lumayan sedangkan film yang bagus-bagus itu kan biaya produksinya tinggi dan untungnya kadang nggak seberapa," jelasnya.

Lantas, apakah dengan tingginya cost film berkualitas membuat masyarakat tidak lagi layak mendapatkan film yang mencerdaskan dan mendidik, sekali pun itu film horor? (mdk/war)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP