Irjen Djoko bantu muluskan kredit PT CMMA di BNI buat simulator
Merdeka.com - Terdakwa kasus korupsi pengadaan simulator SIM di Korlantas Polri, Djoko Susilo, disebut ikut membantu memuluskan persetujuan pemberian kredit buat PT Citra Mandiri Metalindo Abadi, sebesar Rp 100 miliar. Menurut saksi Andip Mupti, dia mengaku atasannya di Bank BNI, Dino Inggiano, pernah menghubungi Djoko untuk meminta referensi soal proyek simulator.
"Betul ada klarifikasi ke terdakwa (Djoko Susilo). Tetapi yang melakukan atasan saya, Pak Dino," kata Andip yang bersaksi di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Selasa (21/5).
Andip menjabat sebagai Manajer Hubungan Bank BNI Sentra Kredit Menengah (SKM) Gunung Sahari, Jakarta Pusat. Dia yang menangani pengajuan permohonan Kredit Modal Kerja sebesar Rp 100 miliar, dari Direktur PT Citra Mandiri Metalindo Abadi, Budi Susanto.
Kredit itu dipakai untuk membiayai proyek pengadaan simulator uji klinik Surat Izin Mengemudi di Korlantas Polri pada 2011. KPK sudah menetapkan Budi menjadi tersangka dalam perkara simulator.
"Konfirmasi itu untuk proyek simulator. Tidak ada lagi, cuma itu saja. Untuk memastikan pembiayaannya benar dan proyeknya bukan fiktif," ujar Andip.
Hakim Ketua Suhartoyo lantas bertanya kapan pengajuan kredit itu dilaksanakan. Andip lalu menjawab pengajuan dilakukan sebelum 2011. Hal itu menambah keheranan Hakim Ketua Suhartoyo.
Mestinya, menurut Hakim Ketua Suhartoyo, persetujuan kredit dilakukan setelah proses lelang selesai, dan pemenangnya mendapatkan Surat Perintah Kerja. Apalagi nilai pinjaman diajukan Budi cukup besar, yakni Rp 100 miliar. Nantinya SPK itu akan ditahan pihak bank sebagai jaminan kredit. Tetapi pihak Bank BNI mencairkan kredit sebesar Rp 35 miliar pada Januari 2011. Sementara SPK proyek simulator baru terbit sebulan kemudian.
"Tetapi ada persyaratan tambahan yang mulia. Kalau SPK asli belum ada, pencairan hanya dilakukan 50 persen," dalih Andip.
Sementara itu, di akhir persidangan, Djoko membantah pernyataan itu. Dia merasa keberatan tidak pernah merekomendasikan kepada BNI untuk mencairkan kredit sebesar Rp 100 miliar dari PT CMMA.
"Saya enggak pernah memberikan rekomendasi dan jaminan apa pun soal proyek simulator," kata Djoko. (mdk/ded)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya