Irjen Boy Rafli Amar: Saya yang rilis 'Turn Back' Crime pada 2014
Merdeka.com - Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Boy Rafli Amar mengaku ikut andil dalam merilis baju bertuliskan Turn Back Crime (TBC) di Indonesia. Dia menjelaskan, kaos TBC adalah program interpol untuk mengkampanyekan pencegahan kejahatan.
"Kami menjelaskan kaos TBC merupakan program kampanye pencegahan kejahatan yang dirilis oleh Interpol yang terdiri dari 190 negara dan kebetulan waktu di Indonesia juga dirilis, saya yang merilis 2014," kata Boy di Gedung Humas Polri, Jakarta, Rabu (25/5).
Ditambahkan Boy, kaos TBC bertujuan memberi semangat terhadap masyarakat untuk mencegah kejahatan yang lebih luas dan masif. "Karena menarik maka dipakai oleh reskrim di dalam menggunakan dalam bertugas. Namun itu bukan kaos polisi (uniform). Melainkan hanya kaos biasa yang populer di masyarakat saja," ujar dia.
Oleh karena itu, Boy kembali menegaskan jika Polri tidak pernah melarang masyarakat untuk mengenakan baju bertuliskan TBC tersebut. Polri justru mengapresiasi masyarakat yang ikut mengkampanyekan anti kejahatan dengan memakai kaos TBC tersebut.
"Kami menyatakan sekali lagi, bahwa berita itu tidak benar dan tidak dirilis oleh institusi mabes polri itu dirilis oleh orang tidak bertanggung jawab," tegasnya.
Meski demikian, Boy mengingatkan masyarakat untuk tidak menyalahgunakan kaos TBC tersebut. Dia berharap masyarakat yang menggunakan kaos TBC bisa ikut andil dalam program anti kejahatan yang digaungi Interpol.
"Kami harap masyarakat tidak menyalahgunakan kaos tersebut. Sosialisasikanlah TBC itu yang memiliki makna pencegahan kejahatan," pungkasnya.
(mdk/ren)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya