IPW curigai bisnis Aiptu Labora dibekingi atasan
Merdeka.com - Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW), Neta S Pane menilai bisnis Aiptu Labora Sitorus (LS) yang transaksi komulatif hingga Rp 1,5 triliun dibekingi atasannya. Neta menegaskan, Polri harus mengungkap siapa yang membekingi bisnis tersebut.
"Seorang bawahan tidak mungkin berani berbisnis tanpa diketahui atau berkordinasi dengan kalangan atasan. Jadi harus diungkapkan siapa saja backing LS," ujar Neta kepada merdeka.com, Minggu (19/5).
Neta mengatakan, Polri harus mengusut asal usul dana tersebut dan mengungkap aliran dana LS, apakah ada yang mengalir ke atasan LS. Serta pengusutan harus dipertajam ke arah pencucian uang, sehingga Polri harus segera menyita semua kekayaan LS. Sama seperti KPK menyita semua kekayaan Irjen DS.
Neta menegaskan, langkah pemiskinan terhadap anggota Polri yang melakukan korupsi harus dilakukan dengan tegas agar kecurangan tingkat tinggi tidak berkembang biak di lingkungan Polri. Sebab kecurangan tingkat tinggi itu cenderung dilakukan anggota Polri untuk memperkaya diri. Ada lima hal yang membuat anggota Polri bisa kaya raya.
"Pertama, karena kolusi dan pertemanan destruktif. Kedua, terlibat markus. Ketiga, menerima setoran dari bawahan. Keempat, melakukan pungli. Kelima, memanipulasi barang bukti. Kelima, menerima uang ucapan terima kasih. Point kelima ini merupakan komponen yang cukup signifikan dan cenderung dianggap halal padahal sebuah gratifikasi. Sebab itu IPW berharap kasus LS menjadi momentum untuk menyapu polisi yang memiliki rekening gendut atau kekayaan haram," jelas dia. (mdk/ded)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya