Ipin tewas gantung diri pakai baju tahanan di sel polisi Cianjur
Merdeka.com - Rendi Aripin alias Ujang Ipin (30), tersangka penggelapan sepeda motor, ditemukan tewas gantung diri di ruang tahanan Mapolsek Warungkondang, Cianjur, Jawa Barat. Dia ditemukan dengan leher terjerat baju tahanan yang diikatkan ke jeruji besi.
"Tersangka mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri memakai baju tahanan yang dia pakai selama dalam proses penyidikan," kata Kapolsek Warungkondang, Kompol Samsa S, Kamis (26/12), seperti dilansir Antara.
Menurut Samsa, kepolisian telah melakukan autopsi terkait penyebab kematian ini. Pihaknya juga meminta keterangan sejumlah saksi tahanan dan petugas jaga.
Sementara itu, Imas Liani (32) kakak kandung Ipin mengaku tidak menyangka adik bungsunya meninggal dengan cara bunuh diri. Pasalnya, siang hari sebelumnya Ipin masih dalam keadaan sehat.
"Senin lalu, kami mendapatkan surat pemberitahuan dari Polsek Warungkondang, adik kami ditahan. Tapi, baru esok harinya saya menjenguk. Anehnya, selang beberapa jam saya pulang, saya mendapatkan kabar dari polsek bahwa adik saya meninggal bunuh diri," terangnya.
Sebelum meninggal, jelas Imas, kepolisian memberitahukan adiknya membuat surat wasiat. Namun, surat tersebut tidak diserahkan ke pihak keluarga hanya diperlihatkan.
"Surat itu berisi permintaan pada keluarga untuk merawat anaknya, tapi surat itu tidak diberikan pada kami, hanya diperlihatkan sekilas saja," ucapnya.
Terkait hal itu, keluarga merasa ada kejanggalan dengan tewasnya Ipin. Lantaran, surat hasil otopsi belum diterima pihaknya.
Oleh sebab itu, pihak keluarga berharap hasil otopsi tersebut diserahkan pada keluarga agar tidak menjadi pertanyaan.
"Saya hanya meminta, kalaupun memang adik saya bunuh diri, tolong hasil otopsinya berikan ke kami. Jangan biarkan kami selalu bertanya-tanya," tandasnya.
(mdk/dan)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya