Ipar SBY geram beras plastik beredar, pemasok harus dihukum berat
Merdeka.com - Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) menyatakan prihatin atas beredarnya beras palsu berbahan plastik yang ditemukan oleh salah satu warga Bekasi, Dewi Setiani. Sebab, dalam hasil uji laboratorium menyatakan bahwa beras tersebut positif mengandung plastik.
Wakil Ketua DPR Agus Hermanto mendorong pemerintah untuk segera menindak lanjuti kasus ini. Sebab pengedaran beras ini tentunya akan sangat membahayakan kesehatan manusia.
"Kita dorong pemerintah untuk menindak kasus ini. Bagi yang mengimpor harus ditangkap dan diberikan hukum seberat-beratnya. Karena dia sudah berani mengimpor beras tersebut. Karena jika dikonsumsi pasti akan membahayakan manusia," kata Agus di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (21/5).
Apalagi, asal beras tersebut diketahui berasal dari China. Sehingga, para importir yang membawa masuk produk berbahaya tersebut wajib dihukum. Selain itu, beras plastik yang sudah beredar di pasaran juga harus dimusnahkan.
"Beras ini kan diketahui dari Tiongkok, jadi kita harus mengurus setuntas-tuntasnya. Siapa yang mengimpor, yang bikin, dan kalau perlu semua beras itu harus dimusnahkan," imbuhnya.
Sebelumnya, Kepala Bagian Pengujian Laboratorium PT Sucofindo, Cibitung, Kabupaten Bekasi, Adisam ZN memastikan beras palsu yang diuji positif mengandung bahan plastik. Dia menyebutkan, kandungan senyawa plastik di dalam beras palsu itu ada tiga jenis.
Ketiganya antara lain: BBP (Benzyil butyl phtalate), DEHP (2-ethylexyl phatalate), DINP (Diisionyl Phatalate). Kandungan itu sama seperti bahan dasar untuk pembuatan pipa, kabel, dan lainnya.
"Biasa digunakan untuk kebutuhan industri," kata Adisam di Kantor Wali Kota Bekasi.
(mdk/tyo)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya