Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Insiden pejudo tewas dibanting, Sandi jadi trauma bertanding

Insiden pejudo tewas dibanting, Sandi jadi trauma bertanding Ilustrasi mayat. ©2014 Merdeka.com

Merdeka.com - Tewasnya altet judo asal Bangli, Bali, Wayan Agus Widiantara, menyisakan trauma bagi lawannya, Gede Sandi Juniartha. Sebab, korban meninggal dunia saat bertanding dengan Sandi di Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Bali XII Tahun 2015 di Buleleng.

Sandi yang masih harus berlaga di kelas 90-100 kg‎, seolah ingin menyerah untuk kembali turun. Kematian Agus, membuat dirinya terus merenung. Bahkan hingga hari ini, Sandi belum bisa ditemui.

Ketua Pengcab PJSI Buleleng, Made Arya Sukerta mengatakan, kejadian ini murni musibah. Kendati begitu, dirinya tidak memungkiri insiden nahas ini pertama kali terjadi dalam pertandingan judo.

Namun menurutnya, yang menjadi perhatiannya saat ini adalah kondisi psikologi Gede Sandi Juniartha.

"Kondisinya saat ini sudah kami stabilkan. Ia (Sandi) masih merasa sangat terpukul, takut bersalah atau apa. Tapi, yang jelas kami selaku PJSI Buleleng yang menaungi cabor judo ini, sudah berusaha mengembalikan semangatnya untuk tidak lagi mengalami keterpurukan. Untuk kontingen Bangli yang berduka, kami memohon maaf," kata Sukerta, Rabu (9/9).

Agar kasus yang sama tidak terulang, Sukerta meminta kepada atlet judo untuk bertanding secara sportif dan mampu menahan emosi.

"Kami sudah meminta untuk peserta cabor judo, agar bertanding sesuai aturan judo yang berlaku, dan mampu menahan emosi," jelas Arya Sukerta.

Agus Widiantara merupakan atlet yang sudah malang melintang di dunia pertandingan judo tingkat provinsi maupun nasional. Bahkan, Agus sudah menggeluti judo sejak SMA, dan sudah menyabet beberapa pengharagaan tingkat kabupaten, provinsi hingga nasional.

Meninggalnya atlet judo asal Bangli ini, berdasarkan hasil pemeriksaan tim medis disebabkan karena mengalami gagal napas, saraf leher serpikal empat yang merupakan saraf pusat pernapasan rusak saat dibanting lawan. Sehingga terjadi gagal napas dan meninggal dunia. (mdk/cob)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP