Insentif Tenaga Kesehatan di 67 Puskesmas di Garut Cair Setelah Mandek 5 Bulan
Merdeka.com - Para tenaga kesehatan (nakes) yang bertugas di 67 Puskesmas di Kabupaten Garut akhirnya menerima insentif penanganan Covid-19, Senin (26/7). Insentif yang diberikan adalah jasa para nakes selama 5 bulan, atau sejak Januari hingga Mei 2021.
Sekretaris Daerah Kabupaten Garut, Nurdin Yana mengatakan bahwa total dana yang diberikan kepada para nakes dari 67 Puskesmas di Kabupaten Garut sebesar Rp3,9 miliar.
"Besaran jumlah tersebut hanya untuk nakes di 67 Puskesmas saja, belum termasuk nakes di rumah sakit,” kata Nurdin.
Dia menjelaskan bahwa insentif yang diberikan adalah jasa mereka mulai Januari hingga Mei 2021. Kendati begitu, menurutnya pemberian insentif tersebut tidaklah terlambat, namun ada regulasi-regulasi lain yang kerap kali ada penyesuaian.
"Jadi ketika kita masuk aplikasi ada pengesahan dari sana. Pengesahan ini mungkin kurang kami terima sehingga kita agak mengalami dari sisi waktu," kata dia.
Setiap tenaga kesehatan, menurut Nurdin menerima besaran dana insentif yang berbeda. Perbedaan itu dibedakan sesuai dengan beberapa spesifikasi, mulai spesiali, dokter, hingga tenaga medis.
Salah seorang nakes yang yang menerima dana insentif, Hasan Alfian (31) mengaku sangat bersyukur akhirnya bisa menerima walau sempat tertunda selama beberapa bulan. Walau menerima dana insentif untuk nakes yang berjuang melawan Covid-19, dia mengaku berharap agar pandemi segera berakhir dan terbentuk herd immunity.
"Semoga Covid-19 ini segera berakhir dan cepat-cepat terbentuknya herd immunity di Kabupaten Garut. Mudah-mudahan seperti itu. Mudah-mudahan Covid ini cepat selesai," kata Hasan.
(mdk/gil)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya