Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Ini tudingan Effendi Simbolon dalam kasus pencatutan nama Jokowi

Ini tudingan Effendi Simbolon dalam kasus pencatutan nama Jokowi Effendi Simbolon jenguk Emir Moeis. ©2013 Merdeka.com/dwi narwoko

Merdeka.com - Bola panas kasus pencatutan nama Presiden dalam perpanjangan kontrak PT Freeport masih terus menggelinding. Ketua DPR Setya Novanto dituding mencatut nama Presiden untuk mendapatkan saham dalam perusahaan tersebut.

Hal ini setelah rekaman pembicaraan yang diduga Setya Novanto, Bos Freeport Indonesia Maroef Sjamsoeddin dan pengusaha Muhammad Riza Chalid beredar luas. Menteri ESDM Sudirman Said pun telah melaporkan kasus ini ke Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD). MKD pun kini sedang mengusut kasus tersebut.

Namun seiring berjalannya waktu, banyak pihak seolah menyalahkan Sudirman Said.

Menko Polhukam Luhut Binsar Pandjaitan misalnya, meski namanya dicatut dalam rekaman, tetapi dia mengaku tidak mempermasalahkan hal itu. Bahkan Menko Luhut menyebut tindakan Sudirman Said sebagai sesuatu yang aneh. Sudirman, kata Luhut tidak melaporkan kepada Jokowi perihal aduannya ke MKD.

Sikap Presiden Jokowi, Wapres Jusuf Kalla dan Luhut Pandjaitan memang berbeda dalam menyikapi kasus ini. Padahal ketiganya dicatut dalam rekaman transkrip yang beredar luas itu.

Kondisi ini pun memunculkan banyak spekulasi atas kasus ini. Salah satunya pengalihan isu. (mdk/tyo)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP