Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Ini solusi Menlu Marty atasi antrean panjang TKI di KJRI Jeddah

Ini solusi Menlu Marty atasi antrean panjang TKI di KJRI Jeddah Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa. ©2012 Merdeka.com/imam buhori

Merdeka.com - Agar peristiwa kerusuhan tidak terulang, Kedutaan Besar Indonesia yang berada di Arab Saudi menambah jumlah loket untuk melayani Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang akan mengurus Surat Perjalanan Laksana Paspor (SPLP). Penambahan loket dilakukan di dua kota, Jeddah dan Riyadh.

"Loket di perwakilan sudah ditambah Jeddah dari 6 jadi 24. Itu sudah berlipat ganda," kata Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa dalam keterangan persnya di Kantor Menko Polhukam Jakarta, Selasa (11/6).

Selain itu, pemerintah juga akan menggunakan sistem jemput bola. "Kalau warga sudah mengantre petugas menanyakan langsung. Seperti halnya di Malaysia sedang dijajaki kita dekati daerah yang banyak warga negara kita ingin jemput bola," ujarnya.

Marty menambahkan, pemerintah saat ini juga berupaya untuk melobi pemerintah Arab Saudi agar memperpanjang amnesti. Hal ini dilakukan agar waktu yang dipunyai oleh TKI lebih banyak untuk mengurus dokumen izin tinggal.

"Kami akan bekerja keras, tapi butuh kerjasama semua pihak. Kami sedang bicarakan dengan pihak Arab Saudi perpanjang amnesti," katanya.

Langkah-langkah ini dilakukan setelah pada Minggu (9/6) lalu terjadi kerusuhan di Kantor Konsulat Jenderal RI (KJRI) di Jeddah yang terletak di Jalan Al Rehab Distrik. Ribuan TKI mengamuk dan membakar kantor karena tidak terlayani saat mengurus dokumen. (mdk/has)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP