Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Ini sebaiknya dilakukan jika papasan dengan pengendara ugal-ugalan

Ini sebaiknya dilakukan jika papasan dengan pengendara ugal-ugalan ilustrasi sopir ugal-ugalan. © dailystar.co.uk

Merdeka.com - Pengendara ugal-ugalan masih sering ditemui di jalan raya. Mereka mengemudikan kendaraan seenaknya tanpa mematuhi rambu lalu-lintas, bahkan mengabaikan keselamatan pengendara lain.

Kejadian ini dialami oleh Dwi Prasetyo yang diceritakan oleh Donang Wahyu, rekan Dwi melalui akun Facebook pribadinya. Saat itu, Dwi berpapasan dengan pengendara mobil KIA Picanto dengan nomor polisi B 1191 SZN ugal-ugalan di Tol JORR Ciawi, Bogor, Jawa Barat.

Pengendara itu menyalip Dwi secara zig zag dengan kencang. Sesaat ketika diberi tanda peringatan, kaca mobil Dwi malah terkena tembakan yang diduga berasal dari pengemudi tersebut.

Lalu bagaimana cara menghadapi pengendara yang ugal-ugalan?

Ketua Presidium Indonesia Traffic Watch (ITW), Edison Siahaan mengatakan jika ada pengendara tidak patuh lalu-lintas langkah awal sebaiknya jaga jarak atau menghindar. Jika perlu catat plat nomor polisi kendaraan tersebut dan laporkan ke polisi.

"Sebaiknya kita menghindar atau jaga jarak, jangan terbawa emosi. Jika perlu, catat plat nomor kendaraannya dan laporkan pengemudi ugal-ugalan itu ke kantor polisi terdekat supaya diberi peringatan, kalau perlu ditilang," tegas Edison saat dihubungi merdeka.com, Selasa (28/7).

Menurutnya, keselamatan berkendara itu dimulai dari taat pada aturan rambu lalu-lintas. Di samping itu, pengendara harus tetap mengontrol kecepatan maksimal kendaraan.

"Kan ada aturan kecepatan maksimal kendaraan berapa? Petugas kepolisian juga harus bertindak tegas kepada pengendara ugal-ugalan, mau angkutan umum atau pribadi ditindak tegas, karena tidak taat lalu-lintas awal mulai terjadinya kecelakaan," paparnya.

Lebih lanjut dia menilai, pengemudi yang ugal-ugalan itu orang yang tidak sehat akalnya. Di antaranya diduga sedang mengonsumsi minuman beralkohol atau narkoba.

"Ada faktor lain pengendara menjadi stres yakni kemacetan yang membuat gampang orang jadi emosional," pungkas dia. (mdk/efd)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP