Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Ini reaksi burung kakatua saat gerhana matahari

Ini reaksi burung kakatua saat gerhana matahari burung kakak tua. brookehogangirs.blogspot.com

Merdeka.com - Fenomena gerhana matahari total yang terjadi pagi tadi ternyata memberikan pengaruh terhadap perilaku hewan, salah satunya kakatua goffin yang ada di penakaran Pusat Penelitian Biologi LIPI, Cibinong, Jawa Barat. Dari hasil pengamatan didapat hasil bahwa saat terjadi gerhana menimbulkan penurunan aktivitas hewan itu.

"Kesimpulan aktivitas saat gerhana menurun lokomosinya seperti sebelum jam 6 tadi," kata Rini Rahmatika, anggota Laboratorium bagian burung di lokasi, Rabu (9/3).

Rini mengatakan sebelum gerhana terjadi burung-burung ini tampak aktif melakukan aktivitas (lokomosi) seperti bervokalisasi, dan terbang. Namun saat gerhana tiba, burung-burung ini tampak menurun aktivitasnya dan memilih bertengger di satu titik.

"Saat sebelum gerhana mereka aktif bervokalisasi, terbang-terbang, di sini masih aktif bergerak dia sistemnya merayap satu kawat ke kawat lain. Karena belum ada makanan belum makan, terbang-terbang. Saat gerhana mereka diam pada satu titik dan cenderung tidak jauh-jauh bertengger dalam satu ranting yang berdekatan," terangnya.

Sedangkan, untuk objek lain yakni betet Jawa menunjukkan hal yang sama. Yakni saat terjadi gerhana mereka bertengger ke lokasi yang lebih gelap. Padahal, dalam kondisi sehari-hari, burung betet selalu bertengger di lokasi datangnya sinar matahari.

"Saat 7.15 WIB, dia (burung betet) mulai bertengger ke arah yang lebih gelap ke dalam. Biasanya selalu dia cari datangnya sinar matahari namun berbeda saat gerhana," pungkasnya.

Penelitian terhadap hewan jenis burung ini dilakukan dengan dua metode yakni pengamatan secara langsung dan menggunakan kamera CCTV yang telah dipasang sejak malam hari.

(mdk/dan)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP