Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Ini pesan dan doa terakhir Ipda Auzar korban Teroris di Riau

Ini pesan dan doa terakhir Ipda Auzar korban Teroris di Riau Ipda Auzar. ©2018 Merdeka.com

Merdeka.com - Mapolda Riau dibuat geger dengan serangan yang dilakukan oleh sejumlah orang terduga teroris. Serangan tersebut mengakibatkan anggota Polantas Polda Riau Ipda Auzar meninggal.

Ipda Auzar ditabrak mobil Toyota Avanza BM 1192 RQ yang digunakan terduga teroris untuk menyerang Mapolda Riau.

Kehilangan sangat dirasakan oleh Direktur Lalu Lintas Polda Riau Kombes Rudi Syarifuddin. Pasalnya, Ipda Auzar selama menjadi polisi, selalu berdinas di direktorat tersebut. Auzar pun dikenal sebagai sosok guru mengaji di kalangan rekan-rekannya.

Telah meninggal dunia dalam menjalankan tugas, sang guru ngaji di kepolisian," kata Rudi kepada wartawan, Rabu (16/5/2018).

Tak hanya dikenal ahli agama, Ipda Auzar juga punya hubungan dekat dengan Wakapolri Komjen Syafruddin. Bahkan dua jam sebelum aksi serangan Mapolda Riau berlangsung atau Rabu sekitar pukul 07.15 WIB, dia sempat mengirimkan pesan dan doa melalui WhatssApp ke Wakapolri.

Berikut ini pesan Ipda Auzar

Bismillahirrahmanirrahim...

Assalamualaikum Wr. Wb.

Ya Allah, dipenghujung bulan Sya'ban ini ku kirimkan Do'a utk saudara-2 ku, sahabat-2 ku & orang-2 yg kuhormati serta orang-2 yg kucinta. Beri mereka kesehatan, tawadhu' dalam Iman, dan islam, keluarga yg bahagia, rizki yg barokah, serta terimalah amal ibadahnya dan pertemukanlah mereka dengan Ramadhan yg segera datang ini.

Amin... Amain... Amin, yaa rabbal alamin.

Kami sekeluarga mengucapkan: MARHABAN YA RAMADHAN, MOHON MAAF LAHIR & BATHIN.

H. Auzar & Kel.

Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian menyebutkan anak buahnya sudah menangkap delapan orang terduga teroris, terkait penyerangan Mapolda Riau. Para pelaku ditangkap di lokasi dan waktu berbeda, sebagian besar ditangkap di Kota Dumai. Para pelaku ditengarai merupakan pelaku yang sama saat Mapolda Riau diserang.

Para pelaku merupakan terduga teroris jaringan Jamaah Anshorut Daulah (JAD) yang memiliki wilayah masing-masing setiap daerah. "Jaringan ini bukan lokal, tapi ada di beberapa wilayah Indonesia," kata Tito.

Sumber: Liputan6.com (mdk/ega)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP