Ini penjelasan KLH Aceh soal rumah semburkan hawa panas
Merdeka.com - Sejak 4 hari ini warga Banda Aceh dihebohkan dengan fenomena alam menyembur hawa panas dari sebuah rumah milik Rusli Raden di Jalan Kemboja, Dusun Teuku Tuan Dipulo, Desa Lampulo, Kecamatan Kuta Alam, Banda Aceh.
Warga pun berbondong-bondong silih berganti mendatangi ingin menyaksikan langsung kejadian ganjil tersebut.
Kejadian aneh ini pun mendapat perhatian khusus dari pihak Kantor Lingkungan Hidup (KLH) Aceh. Pihak KLH Aceh langsung membentuk tim dan terjun ke lokasi melakukan pemeriksaan fenomena alam yang baru pertama terjadi di Banda Aceh.
Kepala KLH Aceh, Edisah Putra mengaku belum bisa menyimpulkan secara pasti penyebab menyemburnya hawa panas dalam rumah tersebut. Namun dugaan sementara dari ciri-ciri fisik semburan hawa panas akibat dari gas metan.
"Sedang kita lakukan pemeriksaan dengan peralatan yang kita miliki sekarang, dugaan sementara dari ciri fisik gas metan, tetapi tunggu hasilnya nanti sore," kata Edisah Putra, Selasa (8/9) di lokasi.
Dugaan ini bukan tidak memiliki alasan, katanya, rumah ini sangat dekat dengan safety tank. Semestinya jarak aman letak safety tank dari rumah minimal 10 meter, tetapi rumah ini hanya berjarak sangat dekat.
"Bisa dikatakan hanya berjarak ukuran centimeter, sangat dekat, ini dugaan ciri-ciri fisik sementara, sekarang masih kita teliti," ujarnya.
Sementara itu Kepala Seksi Konservasi Sumber Daya Alam (SDA) KLH Aceh, Adi Winata yang ikut mendampingi Kepala KLH Aceh menjelaskan, ada banyak kemungkinan penyebab semburan hawa panas itu yang mencapai 36 derajat celsius.
Kajian dari sisi lingkungan hidup, jelasnya, gas metan dugaan yang mendekati. Karena gas metan ini mengandung hydrocarbon (CO4) dan terjadi penyempitan, sehingga mengeluarkan hawa panas yang berasal dari safety tank.
"Kalau soal ada gas alam, kajian itu sangat lebar dan luas, itu kecil kemungkinan," tukas Adi.
Katanya, gas metan itu terbuat dari limbah padat dan cair. Biasanya juga disebabkan dari proses kimia makhluk hidup yang sudah mati ratusan tahun, sehingga mengeluarkan CO4 atau yang lebih dikenal dengan gas metan.
"CO4 itu juga bisa berasal dari safety tank, apa lagi safety tank itu dekat sekali dari rumah, makanya kita sedang melakukan penelitian dasar dulu untuk menjawab penyebabnya," imbuhnya.
Adi Winata mengaku gas metan ini bisa mengganggu pernafasan masyarakat dan juga bisa menimbulkan ISPA dan penyakit kulit serta kenyamanan warga. Ini bila tidak dikelola dengan baik saat gas metan itu didapatkan.
"Kalau kita kelola justru bermanfaat, bisa untuk memasak. Selain itu, gas metan atau CO4 itu 21 kali lipat lebih berbahaya dari CO2. Gas metan ini bisa merusak lapisan ozon," ungkapnya.
Untuk mengetahui penyebab pasti apa yang terkandung di rumah itu hingga mengeluarkan hawa panas. Adi Winata meminta untuk menunggu hasilnya hingga nanti sore.
Pihaknya saat ini sedang mengukur suhu panas yang terdapat dalam rumah tersebut dengan alat khusus. Termasuk mengukur kadar gas metan dan mendeteksi gas metan itu berasal dari mana. Apakah dari safety tank atau ada penyebab lainnya.
"Data awal penyebabnya nanti sore Insya Allah sudah ada," tutupnya. (mdk/hhw)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya