Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Ini pengakuan tersangka BPJS Kesehatan palsu di Kabupaten Bandung

Ini pengakuan tersangka BPJS Kesehatan palsu di Kabupaten Bandung BPJS Kesehatan palsu. ©2016 merdeka.com/andrian salam wiyono

Merdeka.com - Aparat Polres Bandung menetapkan lagi satu tersangka dalam kasus pemalsuan kartu Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan. Tersangka itu adalah perempuan berinisial DS (34).

DS ditangkap hasil dari pengembangan tersangka sebelumnya, AS yang diamankan aparat Polres Cimahi. AS (42) ini merupakan pimpinan yayasan Rumah Peduli Dhuafa (RPD) yang bermarkas di Cimahi.

Berbalut baju tahanan Polres Bandung DS menerangkan awal mula dirinya terjerembab dalam melakukan aksi pemalsuan dan penipuan. DS mengaku kali pertama bekerja di yayasan RPD milik AS.

"Saya baru ‎kerja selama 3 bulan. Awalnya saya bekerja seperti biasa saja belum tahu ada program sosialisasi membantu pembuatan BPJS kepada warga," katanya di Mapolres Bandung, Soreang, Kabupaten Bandung, Jumat (29/7).

Beberapa bulan bekerja DS ini diberi tugas oleh AS untuk menjaring warga yang ingin membuat kartu asuransi kesehatan milik pemerintah tersebut. Syaratnya hanya membayar iuran awal Rp 100 ribu sampai Rp 170 ribu tanpa ada biaya bulanan.

"Saya disuruh dia (AS). Ini kan program BPJS bersubsidi jadi harus ada sosialisasi ke masyarakat. Saya waktu itu cuman mendata arsip pendaftaran siapa saja warga yang tertarik," ujarnya.

Jika berhasil menjaring warga yang mendaftar, DS diberi imbalan duit Rp 50 ribu per kartu. Selama menjalankan praktik tersebut, dia sudah menjaring 65 kepala keluarga di Desa Arjasari, Kabupaten Bandung.

"Kalau total saya dapat sekitar Rp 3,2 juta. karena saya bekerja di sana juga tidak diberi gaji," terangnya seraya menyebut saat beraksi dibantu dua orang lainnya.

(mdk/cob)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP