Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Ini pengakuan lengkap Wawan, tersangka pembunuh Sisca

Ini pengakuan lengkap Wawan, tersangka pembunuh Sisca Tersangka pembunuh Sisca. ©2013 Merdeka.com/Andrian Salam W

Merdeka.com - Polisi menangkap Ade dan Wawan sebagai tersangka pembunuhan terhadap Sisca Yofie (34). Sejauh ini, motif yang ditemukan baru penjambretan. Namun, polisi masih akan terus mengembangkan kasus ini untuk mendapatkan titik terang sejelas-jelasnya.

Kepada merdeka.com di Polrestabes Bandung pekan lalu, Wawan menjelaskan panjang lebar seputar peristiwa yang menyebabkan tewasnya Sisca. Wawan juga bercerita setelah kejadian yang membuatnya merasa seperti digentayangi. Berikut penjelasan Wawan.

Bagaimana awal mula penjambretan tersebut?

Saya sudah minum (bir) terus ajak Ade bawa motor ke tempat kejadian. Pas lihat ada mobil terbuka pintunya saya lihat ada tas di kursi setir, saya ambil terus perempuan itu ngejar saya.

Beraksi di atas motor apa turun dulu?

Turun dulu. Motor putar balik saya ambil tasnya, saya lari, si perempuan ikut lari malah nyekik saya ke badan kenceng ke leher. Saya pukul, pas belokan pukul lagi. Pas Jembatan Cimpedes saya pukul pakai golok.

Setelah itu bagaimana?

Perempuan masih lari (meluk saya) sampai jembatan, terus dari situ saya pukul pegangannya lepas, tapi ngait ke gir. Kirain lepas ke belakang tahu-tahu ngait ke gir. Pas belokan kedua ke kanan ada jembatan, keseret nempel gantung ke saya. Saya duduk di motor ikutin terus, enggak lepas, saya pukul tiga kali, lepas.

Motor jalan dari jembatan kira-kira 10-15 meter, pas lihat nempel di gir motor, saya kaget. Pas belokan mau berhenti banyak orang, saya lanjut. Nah pas dekat Lapangan Abra motor berhenti, saya turun lalu potong rambutnya.

Benar tidak menyeret Sisca?

Aduh pak, saya benar. (Saya) cerita benar. Saya iris rambutnya baru saya jalan lagi. Saya enggak seret, demi Allah saya enggak seret.

Justru saya kaget 15 meter nempel di gir, kok bisa jatuh ke gir? Saya ngomong 'aduh ini gimana Ade', makanya saya iris.

Motor berhenti kapan?

Berhenti pas lepas rambut.

Kondisi korban?

Saya enggak sempat lihat, saya takut.

Kamu sudah incar korban sejak lama?

Saya belum pernah lihat Sisca. Semua spontan, tidak ada orang yang suruh saya.

Memang butuh duit?

Saya pengaruh obat, kerjaan masih ada belum beres. Sekarang malah diambilin lagi.

Kamu pikir, secara logika memang kuat rambut keseret 500 meter tidak rontok?

Kepala ada di gir, di kiri jatuhnya. Ya kalau kelilit enggak kuat. Tapi kejadian memang begitu. Saya enggak ikat benar-benar nempel di gir. Saya enggak ngebuat-buat. Benar.

Kecepatan kamu benar 70 km?

Enggak segitu pak, hanya 40 km per jam. Pas dipukul kok bisa ke pinggir, bukan ke belakang. 40 km per jam kecepatannya jalannya jelek.

Sekali lagi, benar tak menyeret korban?

Saya pikir sudah jatuh di belakang, ternyata nempel di situ. Memang ngerasa motor berat, saya juga takut. Aduh saya lihat nempel di gir. Habis itu sudah lurus terus tanggung bawa tempat sepi, tempat kejadian terakhir, lalu diiris rambutnya.

Di gir motor ada rambut?

Iya ada. Iya body dicopot. Usai kejadian saya tabrak motor ini kaki kanan sakit.

Terus rambut di gir kemana?

Ada rambut di gir, saya bersihkan asal-asalan pakai tangan

Kamu pisah sama Ade dimana?

Saya pisah Ade di Padalarang, hari itu malam pisah dengan Ade

Bersihkan rambut di gir dimana?

Bersihin di Cianjur, di jalan enggak banyak rambutnya.

Ada segenggam?

Ada lah, sedikit rambutnya.

Ada rasa bersalah?

Mungkin perasaan saya bersalah, perasaan kaya dikejar-kejar, saya buang HP dan kartu ke Saguling. Dua hari dikasih tahu orang kalau perempuan itu meninggal. Saya kaget saya enggak lihat televisi. Muka saya lupa. Ya masih kebayang-bayang.

Kamu ada yang suruh?

Enggak ada yang nyuruh, asli yakin kang. Karena ada kesempatan pintu kebuka.

Kamu merasa ditekan saat pemeriksaan?

Ini benar-benar saya sendiri enggak ada tekanan dari polisi, buat apa.

Secara logika kamu masuk akal nggak keseret sejauh itu?

Saya secara logika enggak logis.

Kamu sudah rencanakan?

Saya enggak ngegambar, memang begitu kejadiannya.

Sama polisi diperiksa soal apa?

Ditanya polisi, diseret enggak, katanya diseret siapa yang nyuruh. Sama orang itu ga kenal (Sisca).

(mdk/tts)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP