Ini pengakuan Erfas soal PR Matematika adik
Merdeka.com - Nama Muhamad Erfas Maulana, mendadak diperbincangkan teman satu seangkatannya di Jurusan Teknik Mesin Universitas Diponegoro (Undip), bahkan masyarakat Indonesia. Erfas menjadi tenar lantaran protes kepada guru matematika adiknya yang memberi nilai 20, padahal menurutnya PR adiknya tersebut benar semua.
Salah seorang mahasiswa Jurusan Teknik Mesin Undip, Wahyudin Rudianto, mengatakan, meski dia jarang satu kelas dengan Erfas, namun dia mengenal lelaki kelahiran 1992 silam itu sudah sejak lama. Erfas selama ini tinggal di rumah orangtuanya di Tlogosari Semarang.
Sebagian besar teman-teman Erfas, sapaan akrabnya, mengenalnya sebagai sosok mahasiswa yang kritis saat kuliah. Saking kritisnya, Erfas dikenal sebagai mahasiswa yang doyan protes.
Hal tersebut juga dibenarkan oleh Iman, teman satu angkatan Erfas. Saat berbincang dengan merdeka.com, di sela-sela kuliahnya, dia mengaku sangat mengenal kepribadian Erfas.
"Makanya, saat dia memposting nilai PR adiknya di Facebook banyak orang yang berkomentar. Rata-rata sudah pada tahu sih. Dia itu memang orangnya kritis," kata Iman, Senin (21/9).
Lalu bagaimana pengakuan Erfas atas kasus ini? Erfas malah mengaku tidak ingin memperpanjangnya, bahkan dia menghapus statusnya di Facebook.
Berikut pengakuan Erfas seperti yang berhasil dihimpun merdeka.com, Selasa (23/9):
Minta maaf kepada guru adiknya
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comSesaat setelah postingan nilai PR matematika adiknya menjadi pro dan kontra, Erfas mengonfirmasi langsung kepada sang guru dan meminta maaf."Tapi gurunya tidak mau disalahkan dan tidak menyalahkan saya juga. Akhirnya biar persoalan ini tidak berlarut-larut saya putuskan mengalah dan meminta maaf secara langsung atau pun lewat Facebook," kata Erfas, Senin (22/9)."Biar ini menjadi pembelajaran buat saya pribadi," imbuhnya.
Sempat takut mental adiknya down
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comErfas juga mengaku sempat takut mental adiknya down lantaran mendapatkan nilai 20 dari gurunya. Padahal jawaban adiknya tersebut benar."Karena adik saya langsung bilang, wah mbok ajari entuk elek kak (wah, sudah kamu ajari malah dapat nilai jelek. Kak)," kata Erfas meniru kata-kata adiknya.Usai mendengar perkataan adiknya tersebut lantas di benak Erfas muncul ingin mendengar penjelasan langsung dari guru adiknya."Ya gimana gak kaget, karena saya anggap yang telah saya ajari itu benar, eh malah disalahkan."
Menghapus status di Facebook
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comTak lama setelah statusnya di Facebook jadi heboh, Erfas akhirnya menghapus statusnya, dan minta maaf kepada guru adiknya."Mohon maaf saya sudah menghebohkan media sosial beberapa hari terakhir ini. Baru saja saya mengonfirmasi kepada guru. Saya sudah minta maaf sebesar-besarnya kepada beliau," kata Erfas dalam status FB nya."Sekali lagi saya mohon, jangan ada yang menyalahkan guru karena guru sudah mengajarkan sesuatu konsep dan buku yang ada. Sang guru juga tidak menyalahkan pendapat saya," imbuhnya.
(mdk/gib)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya