Ini pembelaan Kapolres Tabanan belum bisa ungkap kasus kematian WN Jerman
Merdeka.com - Sejak ditemukan 26 Januari lalu, kasus kematian Silke Braun, warga negara Jerman, di Tabanan, Bali belum juga terungkap. Padahal, dugaan jasad tersebut korban pembunuhan sangat kuat.
Terlihat dari hasil visum korban. Tidak dijelaskan secara rinci apakah korban diperkosa terlebih dahulu kemudian baru dibunuh dengan cara dijerat pada leher yang selanjutnya dibuang ke sungai.
Kapolres Tabanan, AKBP Marsdianto, mengakui belum bisa mengungkap kasus dugaan pembunuhan terhadap Silke Braun. Marsdianto malah siap dicopot dari jabatannya apabila kinerjanya dianggap tidak maksimal selama 1 tahun memimpin.
"Kasus itu menjadi tanggung jawab saya dunia dan akhirat. Secara kedinasan saya bertanggung jawab kepada pimpinan Bapak Kapolda dan terhadap masyarakat saya bertanggungjawab moral, dan di akhirat nanti saya pasti ditanya juga," kata Marsdianto, Jumat ( 29/12).
Dia menjelaskan, setiap pengungkapan kasus tidaklah sama dan memiliki tingkat kesulitan yang berbeda. Dirinya menegaskan akan terus mencari pelaku dalam dugaan kasus pembunuhan terhadap wanita asal Jerman tersebut.
"Kasus ini tetap berjalan," imbuhnya.
Dia juga mengakui terus berkomunikasi dengan kedutaan Jerman. "Namun sampai saat ini saya belum berani menetapkan tersangka," tegas dia.
Dirinya tidak menerangkan secara rinci apa yang menjadi alasan anggota tidak mampu mengungkap kasus tersebut. Dengan alasan kode etik pertanggungjawaban yang hanya disampaikan kepada pucuk pimpinan.
Seperti diberitakan merdeka.com sebelumnya, saat itu korban ditemukan setengah bugil di pinggir sungai sudah dalam kondisi membusuk. Saat ditemukan tangannya terikat dengan kabel listrik dan tali plastik warna biru , kaki terikat dengan tali plastik warna hitam dan biru.
Begitu juga lehernya terikat dengan tali plastik pengikat sapi sepanjang 18 meter. Namun hingga saat ini pelaku dugaan kasus pembunuhan tersebut masih misteri.
Korban ditemukan di Tukad Yeh di Sungai Yeh Ho, tepatnya di perbatasan antara Banjar Dinas Jegu Bendul dengan Banjar Dinas Tatag, Desa Lalalinggah, Kecamatan Penebel, Tabanan, pada Kamis 26 Januari 2017.
(mdk/lia)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya