Ini nasihat Sitinjak buat Fredi Budiman tobat
Merdeka.com - Liberty Sitinjak, mantan Kepala Lapas Batu, Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah tak henti-hentinya memberi nasihat kepada Fredi Budiman. Sitinjak bersikap keras selama satu tahun lebih agar Fredi kembali ke jalan yang benar.
Sebagai Kalapas Batu pada saat itu, Sitinjak mengatakan bahwa dia tidak pernah memaksa para narapidana untuk tobat. Justru, Sitinjak selalu mengingatkan Fredi agar ingat kepada Tuhan.
Teknik yang dilakukan, kata Sitinjak sederhana. Dia mengaku tidak menggunakan kekerasan untuk menghadapi Fredi maupun penghuni lapas lain.
"Di ruangan tahanan saya nasihati, terus saya bilang 'sudahlah kamu kan muslim, salat, mulailah zikir'. Lalu ketika lama-lama dia ketemu saya, lama-lama dia mulai ikut. Karena saya tidak pernah kasarin dia. Jadi tekniknya seperti itu," cerita Sitinjak saat berbincang dengan merdeka.com, Rabu (10/8).
Secara perlahan ungkap Sitinjak, Fredi mengalami perubahan. Selama 3 sampai 6 bulan diperlakukan seperti itu Fredi mulai rajin beribadah. Menjelang akhir hayatnya ada rohaniawan selalu dekat dengannya.
"Jadi kalau kita katakan dia bisa berubah, itu kita lihat dia makin sering salat. Selalu saya ajarkan rajin salat, tahajud, berzikir. Saya panggilkan rohaniwan untuk dia. Saya coba kasih perhatian. Itu kan ketika sebelum dieksekusi jidatnya menghitam," ungkap Sitinjak.
Sitinjak juga mengakui sudah menganggap Fredi sebagai anaknya sediri, lantaran selalu memberikan nasihat dan memantau setiap saat. Saat masa-masa sulit pun, kata Sitinjak, Fredi akhirnya bisa menerima dan ikhlas.
"Saya catat di diri saya, bahwa setelah masa-masa sulit dia itu akhirnya bisa menerima," kata Sitinjak.
Selama diisolasi, Fredi sering mencurahkan isi hatinya kepada Sitinjak. Terutama dia selalu ingat anak-anaknya. Bahkan, kata Sitinjak, Fredi berharap anak-anaknya tak mengikuti jejaknya sebagai bandar narkoba.
"Ingin anaknya betul-betul berhasil. Dia ngaku anaknya dua, satu perempuan satu laki. Satu di pesantren, satu lagi saya lupa di mana tempatnya. Jadi saya bilang ke Fredi 'baguslah, mau ke arah yang lebih baik kan semua orangtua memang seharusnya gitu'," tuturnya.
Walaupun tidak lagi mengemban sebagai Kalapas Batu dan harus bertugas menjadi kalapas NTT, Sitinjak tetap menjenguk Fredi. "Terakhir dia berucap kepada saya 'terima kasih pak, kita sama-sama benar'. Ya pokoknya saya sudah seperti orangtua dengan anak. Jadi kasihan digituin (dihukum mati)," tutup Sitinjak.
(mdk/did)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya