Ini motif kelompok Santoso penggal 2 petani di Poso
Merdeka.com - Kapolri Jenderal Badrodin Haiti mengatakan, 2 orang warga sipil yang diduga dibunuh secara sadis oleh kelompok bersenjata Santoso bukan ditembak, melainkan dengan senjata tajam.
"Jadi tidak ada yang ditembak. Itu adalah orang-orang yang di pinggir hutan, yang ditemui di sana. Mereka ditemui oleh kelompok bersenjata, kelompok teroris Santoso. Kemudian ada yang dipenggal. Ada juga yang tidak," ujar Badrodin di DPR Senayan, Kamis (17/9).
Badrodin mensinyalir aksi tersebut dilakukan guna menelor masyarakat sekitar, sekaligus bentuk balas dendam setelah rekannya menjadi korban baku tembak dengan Polda Sulawesi Tengah, beberapa waktu lalu.
"Ya itu aksi balas dendam sekaligus bikin teror untuk buat takut masyarakat," pungkasnya.
Diketahui, kelompok teroris pimpinan Santoso diduga meneror warga Sulawesi Tengah sejak Minggu (13/9) hingga Selasa (15/9).
Dua warga sipil yang berprofesi sebagai petani diduga menjadi korban pembunuhan, terkait teror yang dilakukan oleh salah satu eksponen gerakan Mujahidin Indonesia Timur tersebut.
(mdk/gil)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya