Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Ini lima usulan FPI dalam simposium tandingan anti-PKI

Ini lima usulan FPI dalam simposium tandingan anti-PKI simposium anti PKI. ©2016 Merdeka.com

Merdeka.com - Front Pembela Islam (FPI) mengajukan lima usulan, dalam simposium 'Mengamankan Pancasila dari Ancaman Kebangkitan PKI dan Ideologi lain'. Dalam pemaparannya, Habib Rizieq mendesak agar pemerintah kembali pada landasan bernegara Indonesia, melalui Pancasila dan UUD 1945 yang asli.

"Pertama, kembali pada Pancasila dan UUD 1945 yang asli dan dijiwai Piagam Jakarta, sebagaimana amanat dekrit presiden 5 juli 1959," ujar Rizieq di Balai Kartini, Jakarta Selatan, Rabu (1/6).

Kedua, lanjut Rizieq, pihaknya menyerukan agar segenap bangsa Indonesia, menolak segala perbuatan dan pemahaman yang bertentangan dengan nilai luhur Ketuhanan Yang Maha Esa sebagai jiwa Pancasila.

"Ketiga, tegakkan dan laksanakan Tap MPRS No. XXV Tahun 1966, Undang-undang No. 27/1999, Tap MPR RI No. 1/2003, dan KUHP pasal 107 poin (a) sampai (e)," ujarnya.

Selanjutnya, Rizieq mengajak kepada para peserta simposium, untuk menolak formalisasi rekonsiliasi dengan PKI, karena akan membuka luka lama sejarah dan bisa membuka pintu fitnah yang berbahaya.

"Kelima, serukan jihad konstitusional secara nasional, untuk melawan semua gerakan komunis dan neolib demi menyelamatkan keutuhan NKRI," pungkasnya.

(mdk/bal)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP