Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Ini kronologi penggerebekan remaja mesum di ruang ganti pakaian mal

Ini kronologi penggerebekan remaja mesum di ruang ganti pakaian mal Ilustrasi Pencabulan. ©2016 Merdeka.com

Merdeka.com - Hasil penyelidikan sementara kepolisian terkait video dua remaja kepergok mesum di kamar ganti atau fitting room, pihak Lotte Mart lantai B1 Pakuwon Mal Surabaya, Jawa Timur mengakui memang sengaja menyiapkan alat rekaman. Kemudian video ini dijadikan alat bukti oleh pihak mal, disebar ke media sosial dan menjadi viral.

Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya, AKBP Shinto Silitonga mengatakan, dari hasil pendalaman polisi, dua remaja yang kepergok mesum di kamar ganti itu, yaitu WT (16) dan YW (15), sudah dua kali melakukan aktivitasnya itu di tempat yang sama. Ini merupakan pengakuan keduanya saat diperiksa penyidik Selasa kemarin (7/3).

"Karena pada aksinya yang pertama pada pertengahan Febuari lalu merasa aman, keduanya kembali melakukannya pada Sabtu (4/3) sekitar pukul 17.00 Wib," terang Shinto di Mapolrestabes Surabaya, Rabu (8/3).

Kemudian, dari hasil pemeriksaan empat karyawan Lotte Mart, polisi kembali mendapat keterangan tambahan. Empat orang yang dipanggil itu adalah Komandan Regu Sekuriti Lotte Mart, Sigit Setiawan (34), Devi Firdausita (23), selaku Pengawas Non Food, Muh Kusno (36), selaku Wadanru Sekuriti dan Terri Noris (25), selaku HRD Lotte Mart.

Selain memanggil keempat orang itu, dalam kapasitasnya sebagai saksi, polisi juga menyita tiga unit handphone (HP) yang digunakan untuk merekam kejadian dan menyebarkannya ke media sosial.

"Dari hasil pendalaman kami, yaitu dengan memanggil empat orang dari pihak Lotte Mart, diperoleh keterangan kalau sebenarnya pihak Lotte Mart sudah mencurigai aktivitas kedua remaja ini saat kali petama melakukannya di bulan Febuari," paparnya.

Pada aksi pertama, kedua remaja tanggung ini datang dengan berpura-pura membeli pakaian dan mencobanya di kamar ganti, yang tertutup rapat. Sehingga keduanya berpikir aman untuk melakukan aktivitas mesumnya.

Karena berada di dalam kamar ganti hingga 30 menitan, pegawai Lotte Mart curiga. Namun tidak mengambil tindakan. Ketika melihat keduanya kembali untuk melakukan kegiatan mesumnya yang kali kedua, yaitu pada hari Sabtu, tanggal 4 Maret, pegawai Lotte Mart menyiapkan alat rekam sebagai alat bukti yang akan dilaporkan ke manajemen mal.

"Sesuai keterangan mereka (pihak Lotte Mart) sesunguhnya sudah ada kecurigaan, karena pernah melakukan hal yang sama. Kemudian dilakukan penggerebekan pada aksi yang kedua," paparnya lagi.

Modus yang dilakukan kedua remaja itu sama, pura-pura mengambil baju dan dicobanya ke kamar ganti Lotte Mart. Setelah melihat keduanya masuk kamar, salah satu karyawan menyelidik. Dia juga mendengar ada desahan di balik pintu.

Setlah itu, bersama sekuriti mal, mereka mendobrak kamar dan memaksa keduanya keluar. "Kurang lebih dari 10 menit, langsung didobrak dan meminta keduanya keluar," lanjut dia.

Ironisnya, saat keduanya diminta keluar, diminta tetap dalam kondisi tanpa celana dalam (CD). Bahkan saat mengenakan celananya, mereka dibentak, disuruh melepas CD-nya kembali. Keduanya digiring dari titik fitting room ke kantor Lotte Mart, yang berjarak sekitar 70 meter dengan tetap tidak mengenakan celana dalam.

Pihak Lotte Mart juga merekam kejadian tersebut. "Memang sudah disiapkan rekaman agar bisa dilaporkan ke pimpinan, tapi faktanya tidak. Rekaman ini disebarkan ke grup (WhatsApp), kemudian ke media sosial dan viral."

Shinto juga mengungkap ada dua unit handphone yang digunakan sebagai alat perekam kejadian. Namun, hanya satu rekaman yang disebarkan. "Ada tiga unit HP yang kami sita. Ini akan kita jadikan sebagai sincetific evidence (alat bukti ilmiah). Untuk kemudian dilakukan uji lab. Yang jelas dari tiga unit HP ini, dua yang digunakan untuk merekam, dan salah satunya yang digunakan untuk menshare rekaman tersebut," sambung dia lagi.

(mdk/rhm)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP