Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Ini kronologi pembantaian beruang madu hingga menyebar ke medsos

Ini kronologi pembantaian beruang madu hingga menyebar ke medsos Putra penggal kepala beruang madu. ©2015 merdeka.com/irwanto

Merdeka.com - Kabar dugaan pembantaian terhadap seekor beruang madu yang disebarluaskan melalui media sosial Facebook, mendapat sorotan publik. Dari keterangan pihak terkait, beruang tersebut dibunuh karena berusaha menyerang warga.

Kapolsek Tanjung Sakti, Lahat, Sumsel, AKP Horas Panggabean menjelaskan pembunuhan beruang tersebut terjadi di wilayah hukumnya, yakni di Desa Ulak Lebar, Rabu (4/11) siang. Sebelumnya, sekitar pukul 08.00 WIB, warga dihebohkan ada beruang yang mengejar tiga orang warga setempat.

Kemudian, warga beramai-ramai mencoba mengusir beruang agar masuk kembali ke dalam hutan. Namun, hewan yang dilindungi itu justru melakukan perlawanan. Tak ingin ada warga yang terluka, warga kompak membunuh beruang tersebut.

"Dari penyelidikan kita, beruang itu dibunuh karena membahayakan warga. Sebelumnya, beruang itu menyerang warga," ungkap Horas, Kamis (5/11).

Horas mengaku belum menerima informasi lanjutan di mana posisi bangkai beruang tersebut usai dibunuh dan difoto-foto warga. "Soal itu belum jelas juga, apa sudah dikubur atau tidak, masih kita selidiki," kata Horas.

Diberitakan sebelumnya, pemilik akun FB Putra Tasti Ulbr nekat mengupload gambar sejumlah orang yang melakukan mutilasi beruang baru dengan ukuran tubuh sedang. Foto itu diberi keterangan 'Asil Berbur Tadi'. Dengan masih berceceran darah segar, Putra mengangkat potongan kepala beruang madu yang baru saja dipenggalnya itu dan berselfia ria. Foto itu diuploadnya pada Rabu (4/11) pukul 15.30 WIB.

Dari profil yang tertera, pemilik akun Putra Tasti Ulbr tersebut berasal dari Pagaralam, Sumatera Selatan dan tinggal di Lubuk Linggau. Putra pernah kuliah di Bengkulu.

(mdk/cob)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP