Ini komentar MUI soal nama orang Saiton dan Tuhan
Merdeka.com - Nama sedikit nyeleneh yang dimiliki Saiton (39) warga Palembang, akhirnya direspon sejumlah ulama di Sumsel. Nama tersebut sebaiknya diganti karena hukumnya haram.
Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumsel KH Sodikun mengungkapkan, dalam agama Islam umat manusia dianjurkan memberi nama dan panggilan kepada anak-anaknya dengan yang baik dan memiliki arti yang baik pula.
"Tidak boleh asal kasih nama, wajib yang baik dan benar. Itu karena nama adalah doa," ungkap Sodikun saat dihubungi merdeka.com, Kamis (27/8).
Sementara nama yang bertentangan dengan doa dan mempengaruhi kelakuan, seperti nama Saiton, setan, iblis atau sejenisnya, Islam melarang tegas. Nama tersebut haram hukumnya diberikan kepada anak-anak.
"Haram hukumnya jika namanya seperti itu," ujarnya.
Sedangkan nama Tuhan yang juga heboh diperbincangkan, Sodikun mengatakan harus ditambah dengan abdu atau abdi, seperti Abdullah, Abdillah, atau yang lainnya. Sebab, nama-nama yang bersinggungan dengan Allah atau asmaul husna, dibenci hukumnya.
"Nama seperti itu yang dibenci, harus diberi tambahan awal abdi atau abdu," pungkasnya.
(mdk/cob)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya