Ini jawaban Raymond ketika diserang Pemred RCTI
Merdeka.com - Mantan Produser Seputar Indonesia Raymond Arian Rondonuwu menanggapi semua tudingan Pemimpin Redaksi RCTI (nonaktif) Arya Sinulingga. Arya sebelumnya menuding Raymond kerap tidak hadir dalam evaluasi yang dilakukan redaksi RCTI.
"Semua jawaban yang disampaikan (Arya) tidak relevan dari substansinya," kata Raymond kepada merdeka.com, Kamis (3/7).
Padahal, yang dipersoalkan adalah sumber berita yang dimuat oleh Seputar Indonesia malam. "Sumbernya kan jelas dari anonim," jelasnya.
Jika selama ini dirinya tidak hadir dalam rapat redaksi karena memang tugasnya adalah produser malam. Di RCTI, untuk tayangan Seputar Indonesia malam yang bertanggung jawab ada empat orang. Dan salah satu perwakilan biasa hadir dalam rapat evaluasi.
"Jadi tak perlu datang semua. Perwakilan itu untuk mengetahui apa saja yang terjadi selama seharian," katanya.
Jawaban Raymond ini untuk menepis semua tudingan Arya. "Di dalam newsroom, seperti kita ketahui ada proses pemuatan berita, yaitu evaluasi dan budgeting. Dan Raymond tidak hadir dalam evaluasi, dan Raymond tidak ikut budgeting. Perdebatan evaluasi ada di evaluasi dan budgeting. Jadi Raymond tidak hadir, di manakah dia komplain, tidak ada," ujar Arya dalam diskusi 'Kode Etik dan Demokrasi Newsroom' di Kantor Dewan Pers, Jakarta, Rabu (2/7) kemarin.
Dia menjelaskan, Raymond hanya membuat sebuah tulisan catatan kaki tambahan di bagian paling bawah naskah yang ditulisnya dan kemudian dikirimkan ke dalam i-news. Isinya pun bukan keberatan atas berita yang ditayangkan, tapi protes terhadap pimpinan.
"Berita fitnah inilah yang dibuat wartawan saya (Raymond) yang dibuat di lingkungan news saya. Ini bukan komplain, ini bukan perjuangkan gugatan isi siar. Jadi kalau dikatakan di banyak berita dia menggugat, memperjuangkan, dan mendebat habis semua masalah berita ini tidak benar, itu bohong, ini berita fitnah yang dia bangun," tegasnya.
Atas alasan itulah, Arya lalu memberikan surat peringatan berupa SP3 terhadap Raymond karena menyebarkan gosip di internal RCTI. Apalagi, dia malah menghilang setelah menulis catatan kaki tersebut, atau mengikuti evaluasi berita.
"1, 2, 3 Hari sebelumnya, tidak hadir juga. Saya tidak kenal dia, tidak tahu dia di mana. Dia tidak pernah hadir. Tidak pernah ada, coba cek di youtube kalau tidak dipotong. Jadi bukan komplen, seperti yang dikatakan perjuangan jurnalistik. Saya ajak meeting sore-sore enggak pernah muncul," keluhnya.
Perseteruan keduanya terjadi karena Raymond protes atas pemberitaan soal dugaan bocornya materi debat capres ke kubu Jokowi - JK. Menurut Raymond, berita yang disiarkan itu tidak layak karena sumbernya tidak jelas. (mdk/did)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya