Ini jawaban gubernur Akmil tarunanya dihajar praja IPDN
Merdeka.com - Gubernur Akademi Militer Mayjen Hartomo akhirnya angkat bicara mengenai penganiayaan terhadap taruna yang dilakukan praja IPDN. Saat peristiwa itu terjadi para taruna sedang melakukan kunjungan.
"Benar telah terjadi tindakan kekerasan yang dilakukan oleh oknum praja IPDN terhadap taruna Akmil yang sedang tugas kunjungan taruna ke IPDN," kata Hartomo kepada merdeka.com, Senin (30/11).
Menurutnya, kasus ini telah diselesaikan melalui internal IPDN. Lima praja yang bersalah juga sudah dipecat.
"Atas kejadian ini semua oknum praja IPDN yang bersalah sudah dijauhi hukuman oleh pihak IPDN dan kami pihak Akmil sudah menerima dengan baik atas ketegasan dari pihak IPDN tersebut," tandasnya.
Sebelumnya, Mendagri Tjahjo Kumolo juga telah menunjuk tim kecil untuk melakukan evaluasi dan klarifikasi kepada rektor, wakil rektor dan beberapa pejabat pengasuh.
Tim kecil tersebut beranggotakan sejumlah orang, yakni; Ketua Dr Yuswandi, anggota: Prof Zudan, Mayjen TNI Sudarmo, Prof Djohermansyah, Dr Hasibuan, Sigit SH karo hukum, 2 orang staf ahli Mendagri, dan Kapuspen.
Seperti diketahui, diduga penganiayaan kembali terjadi di kampus Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN). Para praja tersebut diduga memukuli dua taruna akademi militer (akmil) asal Magelang, Jawa Tengah, yang sedang melakukan program kunjungan taruna 2015.
Peristiwa tersebut terjadi pada 19 November 2015. Saat itu salah satu taruna akmil berpangkat sersan bergabung dengan praja IPDN yang berasal dari daerah yang sama, Malang, Jawa Timur. Sersan taruna berinisial UDP mengajak rekannya Sersan taruna R.
Kedua taruna Akmil dibawa ke lorong dekat lemari baju. Kontak fisik pun terjadi di sini. Sersan taruna UDP dipukul di bagian dada kiri dan ulu hati. Sedangkan sersan taruna R di bagian ulu hati sebanyak dua kali.
(mdk/did)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya