Ini Janji Yang Meleset Dalam 100 Hari Kerja Kang Emil jadi Gubernur Jabar
Merdeka.com - Pemasangan Road Barrier (System Roller) yang dijanjikan terlaksana dalam 100 hari kerja Ridwan Kamil sebagai Gubernur Jawa Barat tampaknya akan meleset. Alasannya, ada kendala teknis dalam dokumen pengiriman dari Korea Selatan.
Pria yang akrab disapa Emil ini akan menggenapkan 100 hari kerja pada Jumat (14/12/2018).
"Jadi ada yang belum masuk ke dalam launching (program) 100 hari (kerja). Yaitu memasang Road Barrier karena tertahan, impor barangnya tertahan di Tanjung Priuk," katanya di Bandung, Kamis (13/12/2018).
Ia mengaku tidak bisa menjelaskannya secara spesifik karena kendala itu sangat teknis. Namun dia enggan memusingkannya. Baginya, pekerjaan seorang Gubernur tidak bisa diukur ada raport 100 hari.
"Saya enggak hapal (kenapa Road Barrier terkendala). harusnya sih sudah beres. Hanya masalah dokumen. Artinya kita tidak pakai teori 100 harian," lanjutnya.
Wacana terkait Road Barrier ini dikemukakan kepada publik sehari setelah kecelakaan maut sebuah mikrobus milik PO Indonesia Indah Wisata dengan nomor polisi B 7025 SAG terjun bebas ke jurang sedalam 30 meter di Jalan Raya Cibadak-Cikidang-Pelabuhanratu, Sukabumi, Jawa Barat, Sabtu (8/9/2018).
Seperti yang disebutkan situs ETI, selaku pemilik paten produksi System Rolling, teknologi digunakan untuk pembatas jalan raya yang telah banyak digunakan di jalanan di Korea Selatan. Semua produk sudah di prakualifikasi oleh otoritas Keselamatan Lalu Lintas Jalan Korea Selatan dan lulus uji tabrak.
System Roller ini terpasang di tempat rawan kecelakaan, bentuknya memang sama seperti pembatas jalan atau rail guard. Selain lempeng baja, pembatas jalan ini juga dilengkapi roller plastik berwarna kuning yang dipasang menggunakan tiang sumbu pada rail guard.
Masih menurut ETI, dengan cara kerja memutar maka saat kendaraan hilang kendali dan menabrak system roller, maka hal itu akan langsung diserap dan energi kejut dari laju dari kendaraan yang menabrak diubah menjadi energi rotasi.
Dengan kata lain, jika pada umumnya kendaraan menabrak pembatas tetap akan merusak pembatas jalan dan masuk jurang, maka dengan System Roller hal itu membantu kendaraan kembali ke jalan dengan berputar saat mobil menabrak penggulung secara lateral.
Lebih lanjut, mantan Walikota Bandung sudah meluncurkan beberapa program di berbagai bidang. Diantaranya, Jabar Quick Respon, Satu Desa Satu Perusahaan, Saber Hoax, Magrib Mengaji dan Desa Digital.
Meski demikian, ia menyerahkan penilaian berhasil atau tidak terhadap program yang sudah digagasnya itu kepada masyarakat. Yang jelas, program yang ada adalah gambaran pondasi Jawa Barat lima tahun ke depan.
"Yang penting saya kembalikan kepada masyarakat apakah pondasi pondasi inovasi ini kira kira sesuai dengan ekspetasi atau tidak,"imbuhnya.
Di lain pihak, Ridwan Kamil menilai fokus yang besar pada 2019 nanti adalah penanganan Sungai Citarum dimana dirinya telah ditunjuk sebagai Komandan Satuan Tugas (Dansatgas) Citarum Harum.
"Citarum itu akan menjadi perjuangan saya yang paling besar di 2019, dimulai dari memperjuangkan anggaran supaya 2019 Citarum menghadirkan berita baik, tidak harus selalu berita buruk," jelasnya.
(mdk/ded)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya