Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Ini indekos tempat Sitok Srengenge cabuli dua mahasiswi

Ini indekos tempat Sitok Srengenge cabuli dua mahasiswi Kost Sitok Srengenge. ©2013 Merdeka.com/Ahmad Ragridio S tanjung

Merdeka.com - Sastrawan Sitok Srengenge namanya belakangan ramai dibicarakan. Dia diduga telah menghamili seseorang mahasiswi UI beberapa waktu lalu. Seorang mahasiswi dari Bandung pun mengaku pernah dilecehkan Sitok di kamar kos milik pegiat teater ini.

Kurator seni di Komunitas Salihara ini ternyata tinggal tak jauh dari tempatnya bekerja. Dia tinggal di sebuah kost rumah berwarna putih di kawasan Pejaten, Pasar Minggu, Jakarta Selatan.

Pantauan merdeka.com, kost ini merupakan tempat tinggal yang cukup mewah. Rumah tingkat dua itu juga dibagi menjadi dua bagian hanya dengan 10 kamar saja. Harga sewa berkisar seharga 2 juta rupiah per bulannya.

"Kalau biasanya sih 1,7 juta mas, untuk semuanya. Fasilitas ya yang udah di dalam sini (kamar). Ada cuci gosok pakaian. Tapi sehari maksimal dua stel. Terus internet ada, tapi sabun-sabun alat mandi ya dari penghuni sendiri," kata salah seorang penjaga indekos kepada merdeka.com, Kamis (5/7).

Topik pilihan: pemerkosaan | pelecehan seksual

Selain harga sewa tersebut, menurut R penghuni juga masih akan dibebankan dengan biaya listrik per bulannya. Penghuni kost yang membawa wanita juga harus sudah mempunyai status suami istri. Namun jika harus tinggal berdua sekamar dengan teman sesama jenis, penghuni juga tetap dikenakan biaya sewa tambahan.

"Rata-rata sih 300 ribuan lah listrik di sini sebulannya. Tergantung pemakaiannya juga kan. Kalau mau berdua ya boleh tapi harus suami istri. Tapi kalau mau join sama temen cowok mungkin enggak papa ya, cuman kalau nggak salah nambah 100 ribuan lagi, sekitar segitu," ujarnya.

Selain fasilitas tersebut, penghuni kost juga dibebaskan untuk keluar masuk selama 24 jam nonstop. "Enggak ada jam malam juga. Yang penting nanti pokoknya begitu keluar masuk ya kesadaran ngunci lah. Keperluan orang kan juga beda-beda jamnya soalnya," papar pria kurus ini.

"Rata-rata orang kantoran. Kalau anak kuliahan kita udah enggak mau nerima, takut berisik, rame. Biasanya kan anak kuliah suka pada kumpul-kumpul," imbuh penjaga itu.

(mdk/ian)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP