Ini dua kelemahan metode lembaga survei & quick count
Merdeka.com - Rektor Universitas Perbanas Marsudi W Kisworo mengatakan metodologi survei dalam meneliti hasik pilpres dapat menimbulkan dua kesalahan. Hal itu yang berakibat pada tidak validnya hasil survei tersebut.
"Metodologi survei bisa menimbulkan dua kesalahan yakni dari pengambilan sampel dan kredibilitas surveyor. Itu berbahaya bagi hasil akhir," kata Marsudi di Galeri Cafe Cikini Jakarta, Rabu (16/7).
Menurutnya dari sisi sampel, seluruh lembaga survei yang meneliti perolehan suara pilpres harus mengambil sampel yang merepresentasikan keadaan sesungguhnya. Akan tetapi tidak ada yang melakukan hal tersebut.
"Dalam Pilpres 2014, mayoritas lembaga survei menggunakan 2.000 TPS sebagai sampel surveinya. Tapi apakah 2.000 TPS itu benar-benar bisa mewakili total lebih dari 500.000 TPS di seluruh Indonesia kan belum tentu," terang dia.
Selain itu, dia juga mengungkapkan dari sisi petugas survei besar kemungkinan adanya keberpihakan. Hal itu sulit untuk diantisipasi.
"Petugas survei di lapangan itu bisa saja memihak. Itu kan suatu hal yang sulit dikontrol," pungkas dia. (mdk/ian)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya