Ini Deretan Barang Bukti Kasus Wanita Dicor di Bekasi, Pisau hingga Ponsel Korban
Merdeka.com - Polisi mengamankan sejumlah barang bukti dari TKP dua wanita tewas berinisial Y (48) dan HP (45) yang jasadnya dikubur dengan cara dicor di rumah kontrakan RT11 RW22 Jalan Nusantara 3, Kelurahan Margahayu, Kecamatan Bekasi Utara, Kota Bekasi.
Sejumlah barang bukti yang diamankan untuk menjadi petunjuk bagi penyidik dalam mengungkap kasus ini seperti dua bilah pisau, sisa material coran di halaman rumah kontrakan pelaku, dua unit motor masing-masing milik pelaku dan korban serta bongkaran material setelah jasad korban dibongkar.
"Ada juga barang bukti yang kita jumpai seperti handphone milik yang ngontrak rumah, handphone korban, sidik jari serta rekaman CCTV, itu semua masih dipelajari penyidik," kata Kapolres Metro Bekasi Kota Kombes Hengki, Rabu (1/3) kemarin.
Selain barang bukti tersebut, polisi juga menemukan bon pembelian material di rumah kontrakan yang disewa terduga pelaku berinisial P. Dari bukti tersebut, penyidik masih menelusuri siapa yang memesan material yang digunakan untuk mengubur dua wanita dengan cara dicor.
©2023 Merdeka.com
"Ya itu yang kami masih dalami, dari rekaman CCTV ada batu kerikil, pasir yang diantar mobil boks kecil, siapa yang pesan itu masih kami dalami semua, petunjuk surat kita cek semua," katanya.
Hengki mengatakan, pada kasus ini sedikitnya lima orang yang diperiksa sebagai saksi. Mereka adalah suami korban, keluarga yang menyewa rumah kontrakan, pemilik toko bangunan dan warga setempat.
"Nanti kemungkinan akan berkembang lagi," ucap Hengki.
Diberitakan sebelumnya, warga di Kelurahan Harapanjaya, Kecamatan Bekasi Utara, Kota Bekasi digegerkan dengan ditemukannya seorang pria berlumuran darah di dalam rumah kontrakan di Jalan Nusantara 3. Saat ditemukan, pada lengan pria tersebut terdapat luka sayatan.
Robert (27), warga setempat mengatakan, pria tersebut ditemukan pada Senin (27/2) malam ketika seorang laki-laki datang mencari istrinya. Laki-laki itu menduga istrinya berada di dalam kontrakan tersebut.
Kecurigaan laki-laki itu semakin menguat ketika melihat sendal dan tas milik istrinya di kontrakan itu. Setelah meminta izin pemilik kontrakan, laki-laki itu bersama polisi mendobrak pintu kontrakan tersebut.
"Itu yang dicurigain bapak-bapak karena ada sendal sama tas milik istrinya," katanya.
Setelah pintu kontrakan dibuka secara paksa, laki-laki itu bersama warga melihat seorang pria berlumuran darah dengan luka sayat di bagian lengan. Pria tersebut kemudian dibawa ke rumah sakit. Namun saat dalam perjalanan, dia meninggal dunia.
"Info yang saya dengar sih pas ditemuin masih hidup, tapi pas dibawa ke rumah sakit sudah meninggal," ujarnya.
(mdk/rhm)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya